|
Menu Close Menu

Lalui Semua Tahapan, KIT Resmi Masuk Kawasan Industri Strategis Nasional

Rabu, 22 Januari 2020 | 08:34 WIB

RIAUANTARA.CO | PEKANBARU,_ Kawasan Industri Tenayan (KIT) milik Kota Pekanbaru resmi masuk sebagai salah satu kawasan Industri stratgeis nasional untuk wilayah Sumatera. KIT merupakan kawasan yang diperuntukkan sebagai lahan industri agar tertata dengan baik.

Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT mengatakan, tidak mudah bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar bisa memasukkan KIT sebagai salah satu kwasan industri strategis nasional.

"Banyak tahapan dan persyaratan yang mesti kita dipenuhi," kata Walikota, Rabu (15/1/2020).

Kata dia, dengan ditetapkannya KIT sebagai kawasan stratgeis nasional, peluang KIT untuk segera berkembang sangat besar. Apalagi saat ini menurutnya sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi.

"Saat ini masih ada sekitar 260 hektare lahan KIT yang siap untuk dibangun," jelasnya.

Lanjutnya, uuntuk persiapan sarana infrastruktur di KIT sudah hampir tersedia maksimal. Seperti sarana listrik dan air sudah tersedia.

"Untuk jalan akses kita akan merealisasikan pembangunan jalan lingkar luar dari Jalan 70 menuju KIT sampai ke jalan tol Pekanbaru Dumai," jelasnya.

1500 Lahan di KIT Bakal Jadi Industri Hilirisasi Agro

Pemko Pekanbaru berencana bakal membebaskan lahan seluas 1500 hektare di KIT. Rancana itu pasca ditetapkan KIT sebagai salah satu kawasan strategis industri nasional.


"Dengan ditetapkan kawasan strategis, tahap pertama 1500 lebih hektar dari 3000 hektare direncanakan industri hilirisasi agro dari Crude Palm Oil (CPO)," kata Walikota.

Walikota meyakini, dengan dibukanya kawasan itu akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan. Sebab, investasi yang bakal ditanam di lahan seluas itu mencapai Rp28 triliun.

"Ini akan membuka lapangan pekerjaan nanti 155 ribu lapangan pekerjaan dan akan membutuhkan investasi Rp28 triliun. Maka sebab itu, pusat dan daerah harus bersinergi," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemko Pekanbaru menggelar pertemuan dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di salah satu hotel, di Pekanbaru.

Pertemuan itu dihadiri Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT, Kepala Kejari Pekanbaru Andi Suharlis, Kapolres Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Dandim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Edi Budiman.

Beberapa Kepala Dinas, seperti Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Kepala BPKAD Syoffaizal, Kepala Dishub Yuliarso, Kepala Satpol PP Agus Pramono serta Direktur PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (PT SPP) Heri Susanto juga hadir dalam pertemuan itu.

Pertemuan itu sebagai kordinasi pengamanan aset pemerintah kota di Kawasan Industri Tenayan (KIT). Apalagi KIT menjadi salah satu dari 14 kawasan industri strategis di Sumatera.

"Bila ada gangguan keamanan, semua program strategis ini tentu tidak berjalan. Maka kita harus bersinergi dalam mengamankan aset di KIT," kata Walikota.

Ia berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik dalam upaya pengembangan KIT. Ia menyebut bahwa satu aset yang jadi fokus pengamanan adalah lahan seluas 266 hektar.

"Lahan ini adalah lokasi pengembangan KIT. Awalnya luas lahan ini mencapai 306 hektar. 40 hektar lahan di antaranya sudah beroperasi saat ini adalah PLTU 220 MW," kata dia.
(advertorial)
Bagikan:

Komentar