|
Menu Close Menu

Instruksi Presiden Joko Widodo Terkait Karhutla, Ini Kata Bupati Inhu Saat Rakor

Senin, 10 Februari 2020 | 19:12 WIB
RIAUANTARA.CO | Inhu,- Bertempat di ruang Narasinga kantor Bupati Indragiri Hulu, pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu Senin (10/02/2020) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Rakor ini dilaksanakan menindak lanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada saat Rakornas Penanggulangan Bencana 2020 di SICC-Bogor 4 Februari 2020 

Rakor yang diagendakan ini dipimpin langsung oleh bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto SE dan diikuti oleh Kepala OPD terkai dan pihak-pihak terkait, Seperti dinas KPBD, Satpol PP, dinas Pertanian, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, kesbangpol, dinas Pemdes, dinas Lingkungan Hidup, dan Polres Inhu.

Bupati Indragiri Hulu H.d Yopi Arianto dalam arahannya menyampaiakan kepada Seluruh Forkopimda untuk memperhatikan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat melaksanakan Rakornas, rapat kali ini menurut bupati adalah rapat awal untuk mbuat SK status siaga darurat Karhutla di Kabupaten Inhu, Yopi berharap setelah rapat usai tidak ada lagi laporan kekurangan fasilitas di lapangan, jelas Bupati keapda SKPD.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Selamat, M.M yang ikut dalam rakornas di Bogor menyampaikan dalam Instruksi Presiden  Joko Widodo pada saat  arahannya menekankan kepada tiga unsur yaitu TNI, Polri, dan Kepala Daerah untuk saling bahu-membahu dalam menanggulangi Karhutla. 

Ada beberapa poin yang di sampaikan oleh presiden yaitu, seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah saling bersinergi, setiap gubernur, bupati, dan walikota harus menyusun rencana kontinjensi, penanggulangan bencana harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, pemerintah pusat dan daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan SDA dlm penanggulangan karhutla, dan panglima TNI dan Kapolri ikut turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla, jelas Selamat dihadapan Forkopimda.

Kapolres Inhu AKBP Efrizal dalam sambutannya mengatakan akan sekuat tenaga mencegah terjadinya karhutla di Inhu, dan kami berkomitmen siap dipecat dari jabatannya apabila terjadi karhutla di Inhu sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden. 

Kapolres AKBP Efrizal menambahkan bahwa Polda Riau telah membuat aplikasi Lancang Kuning yang memonitor adanya titik api di wilayah Riau, dengan aplikasi ini akan memudahkan pencegahan karhutla, beliau berharap kedepan setelah adanya SK status siaga darurat karhutla ini perlu juga perencanaan aksi yang akan dilakukan.**Ril
Bagikan:

Komentar