|
Menu Close Menu

Anggota DPRD Inhu 'Kurang' Peduli Terhadap Warga Kurang Mampu

Jumat, 06 Maret 2020 | 21:12 WIB
RIAUANTARA.CO | INHU , - Miris, inilah yang pantas diucapkan kepada seluruh anggota DPRD davil IV, seharusnya Anggota DPRD yang menjadi perpanjangan tangan rakyat sampai saat ini sepertinya kurang peka melihat kondisi rakyatnya.

Seharusnya melihat pemberitaan di beberapa media, seharusnya selaku anggota DPRD inhu  yang dipilih rakyat cekatan melihat ditemukan rumah warga kurang mampu atau miskin yang tidak layak untuk tempat tinggal. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhu, sebagai wakil rakyat dinilai 'kurang' perduli (peka) terhadap warga yang kurang mampu, ucap Zharman Khan kepada wartawan Jum'at (06/03/20) sore.

Dalam penuntasan kemiskinan di Kabupaten Inhu tidak sepenuhnya tanggujawab pemerintah, Anggota DPRD juga memiliki peran penting, karena mereka adalah wakil rakyat dan mereka dapat mengusulkan melalui APBD daerah untuk kegiatan Rumah Layak Huni (RLH) atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Menurut saya tidak ada salahnya selagi keuangan daerah mampu dan tidak menyalahi aturan anggota DPRD seharusnya mengusulkan program RLH dan BSPS apalagi ini demi untuk kemakmuran warga,"papar Zaharman Kas tokoh masyarakat pasir penyu.

Karena tujuan pembangunan untuk kejastran dan kemakmuran saya rasa tidak ada masalah sepanjang kegiatan atau program itu masuk dalam musrenbang tingkat Desa atau kelurahan terus Kecamatan dan sampailah musrenbang tingkat Kabupaten.

Yang penting keuangan daerah mencukupi, bila tidak mencukupi menurut saya mana yang diproritaskan itulah yang didulukan dan mana yang tidak begitu proritas mereka dapat mencoretnya. 

Dan menurut saya program RLH dan BSPS ini dapat di proritaskan, karena masih banyak warga kita di Inhu ini yang tidak memiliki rumah sebagaimana layaknya, Contoh seperti rumah ibu Marini di Desa Batu Gajah yang tidak layak disebut sebagai rumah tempat tinggal.

Seharusnya mereka anggota DPRD malu didaerahnya masih ditemukan rumah yang tidak layak huni, sementara setiap tahun mereka melakukan reses menampung aspirasi masyarakat. Lalu apa yang ditampung selama ini.

Apa lagi di dapil lV ini anggota DPRD ada 10 orang dengan dia menyumbang satu orang aja 1 juta sudah bisa untuk merehap rumah ibu Marini."sebut Zaharman Kas.

Ditanya mengenai kurang pedulinya intansi terkait maupun pejabat yang berwenang dengan masih adanya rumah warga yang tidak layak. 

Kuncinya adalah ke pekakan dari pada mereka. seperti di tingkat Kabupaten mereka harus teliti dari awal laporan dari Desa, Kelurahan dan Kecamatan dan begitu juga ditingkat Kecamatan mereka juga harus dimonitor dan tidak hanya menerima laporan saja.

Karena, sekarang ini kebanyakan data yang digunakan itu adalah data-data lama, mereka tidak turun langsung kelapangan, maka bantuan ataupun program dari pemerintah itu banyak yang tidak tepat sasaran."pungkas Zaharman Kas,**HR
Bagikan:

Komentar