|
Menu Close Menu

Ambulans Puskesmas Balam Antar Jenazah ASN Pungut Biaya Rp4 Juta

Minggu, 21 Juni 2020 | 18:41 WIB

Rokan Hilir, riauantara.co | Pihak keluarga jenazah almarhumah Asfah Br Naiborho Binti Hasan Naiborho, merasa kecewa berat atas pungutan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Balam, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Menurut cerita keluarga korban, pihak Puskesmas meminta uang Rp4 juta untuk biaya administrasi dan transportasi pengantaran jenazah ke daerah Sumatra Utara (Sumut).

"Kami kecewa banget, kenapa biaya begitu besar. Padahal, adik saya ini merupakan PNS dan memiliki BPJS. Dan adik saya meninggal kecelakan pada saat mengemban amanah kerja PNS ," ucap Amsyen selaku abang kandung korban ketika dikonfirmasi belum lama ini.

Kata dia lebih jauh, adik saya (korban) pada saat mengantarkan berkas dana BOS milik SMPN 1 Bangko Pusako dimana ia bekerja," Kan aneh saja, tidak ada jaminan untuk adek saya, adik saya meninggal dalam bertugas," kata dia lagi.

Tempat terpisah ketika di hubungi wartawan Kepala Puskesmas Km 12 Balam Drg John Efendi melalui telepon selulernya, Minggu (21/06/2020) belum lama ini mengatakan memang dana ambulans dan administrasi memang di kutip.

Dengan alasan untuk administrasi dan transportasi sebab Almarhumah sudah di luar kota dan meninggalnya pun akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) itu bukan tanggungan BPJS tapi tanggungan Jasaraharja.

Dilanjutkan Drg John Efendi terkecuali pihak Jasaraharja menyurati pihak Puskesmas bahwa sanya bukan tanggungan Jasaraharja, barulah pihak Puskesmas tidak mengutip biaya ambulans dan biaya lainnya..**M Harahap
Bagikan:

Komentar