|
Menu Close Menu

Jelang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Prov, H. Bustami tinjau Perpustakaan Encik Nurlela

Jumat, 03 Juli 2020 | 20:50 WIB

Pinggir, riauantara.co | Plh. Bupati Bengkalis, H. Bustami HY melakukan peninjauan persiapan  Perpustakaan Encik Nurlela, Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Perpustakaan ini sebagai utusan Kabupaten Bengkalis dalam mengikuti lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat Provinsi Riau, Jumat, (03/07/2020).

Bustami berharap kepada pihak Desa dan pengelola perpustakaan Encik Nurlela agar bisa menjaga kenyamanan masyarakat dan kelengkapan buku serta fasilitas diperpustakaan itu.

"Perpustakaan adalah gudang ilmu, dengan membaca dapat membuka jendela ilmu, untuk itu kami berharap kepada pengelola agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkap Bustami.

Dalam  tinjauan tersebut, Plh. Bupati Bengkalis didampingi Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, H Suwarto, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, H Yuhelmi, Kepala Dinas Pendidikan, Edi Sakura, kunjungan kala itu disambut Camat Pinggir, Azuar dan Kepala Desa Balai Pungut Muhammad Asisi beserta jajaran dan pengelola perpustakan.

Berdasarkan pengecekan dan penjelasan langsung oleh Kepala Desa Balai Pungut maupun pengelola, Bustami mengatakan perpustakaan Encik Nurlela ini sudah memiliki standar sebagai peraih juara. Dua tahun berturut-turut Perpustakaan desa kita juara di Tingkat Provinsi, Tahun 2018 Perpustakaan Desa Pamesi, Tahun 2019 Perpustakaan Desa Pedekik, mudahan Tahun 2020 ini Perpustakaan Desa Balai Pungut pula yang berprestasi.

“Kami sangat bangga terhadap Kepala Desa, jajaran, pengelola dan seluruh masyarakat Desa Balai Pungut yang telah menyiapkan secara bersama-sama perpustakaan desa ini. Kita berharap dan berdasarkan keyakinan atas kunjungan kali ini, Perpustakan  Encik Nurlela ini nantinya keluar sebagai pemenang pada lomba perpustakaan tingkat Provinsi Riau,” ujar Plh Bupati Bengkalis, seraya diamini seluruh pengelola yang mendengar.

Sementara itu, berdasarkan paparan singkat dari Kepala Desa, dikisahkan kenapa perpustakaan tersebut dinamai Encik Nurlela, karena Encik Nurlela tokoh wanita yang berupaya memberantas buta aksara di Balai Pungut, sehingga namanya diabadikan menjadi nama perpustakan tersebut.***(sn/rls).
Bagikan:

Komentar