|
Menu Close Menu

Polres Kuansing Helat FGD dalam Antisipasi Pencegahan Peti sebagai dampak ekonomi covid-19

Jumat, 14 Agustus 2020 | 17:35 WIB


Kuansing, riauantara.co | Kegiatan tersebut dialaksanakan di gedung serbaguna Polres Kuansing, yang di hadiri oleh para camat, toko adat, mahasiswa Uniks, para kepala desa, para kapolsek, dengan nara sumber Bupati Kuantan Singingi Drs.Mursini,M.Si, Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto,S.I.K, M.M, Kadis Lingkuangan Hidup Rustam, dan moderator Emrialis ,SE, S.Mi.


Kapolres mengatakan Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang dampak bahaya peti di Kabupaten Kuantan Singingi, dan sangat tegas kapolres mengatakan agar seluruh pihak bekerjasama memberantas kegiatan peti. 


"Selama menjabat Kapolres Kuansing sdh 9 kasus dan 12 tersangka peti yang ditangani untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup."


Pada kesempatan tersebut, Bupati Kuantan Singingi menyambut baik kegiatan FGD ini yang ditaja oleh Polres Kuansing terkait permasalahan peti, Beliau menyampaikan sudah melakukan MOU dengan dirjen Lingkungan Hidup terkait pertambangan rakyat yang akan ditempatka di desa Logas dan desa Logas Hilir Kec.Singingi.


Selanjutnya ketua Kadis Lingkungan Hidup Kab. Kuansing mengatakan kegiatan peti di kab.Kuansing sudah lama terjadi hal tersebut dikarenakan potensi emas yang menjanjikan,kegiatan penertiban peti mengalami fluktuasi kadang naik kadang turun.


Kegiatan FGD ini mendapat sambutan positif dari seluruh tokoh masyarakat yang hadir. Sdr.Febri Mahmud ketua LAMR Kab. Kuansing mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh Kapolres Kuansing dalam upaya pencegahan dan penegakkan hukum bagi pelaku dan pengepul Peti diwilayah Kab. Kuansing. Dia juga meminta agar aktifitas peti dibuatkan Fatwa haram.


Wartawan Urdianto menyarankan agar Pemkab Kuansing melakukan Studi Banding dengan cara seperti Provinsi tetangga yaitu provinsi Sumbar, dimana aktifitas peti di koordinir oleh Dinas Pendapatan dan Dinas Lingkungan Hidup setempat dengan menghasilkan pajak dan mereklamasi lokasi pertambangan.


Begitu juga Sdr. Boy Nopri Yarko Alkaren Mahasiswa Uniks Kab.Kuantan Singingi menyampaikan mengapresiasi Tentang Kegiatan pencegahan dan penegakkan hukum  yang dilakukan oleh polres kuansing,kemudian beliau mengatakan agar melibatkan Toko Adat dan Toko Masyarakat dalam mensosialisasikan dampak peti bagi kehidupan masyarakat.


Kegiatan FGD ini akan terus kami laksanakan, ini sebagai bentuk komitmen kami dalam berupaya pencegahan Peti  di Kab.Kuantan Singingi! Terang Kapolres.

Bagikan:

Komentar