|
Menu Close Menu

Guru Honorer SDN 186 Tenayan Raya Diduga di Intimidasi Kepala Sekolah

Kamis, 24 September 2020 | 20:15 WIB


Pekanbaru, riauantara.co | Ditengah pandemi Covid 19, seharusnya Kepala Sekolah (Kepsek) tidak membuat kegaduhan yang menimbulkan keresahan dunia pendidikan. Misalnya, intimidasi yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 186 Tenayan Raya, Perawati MPd.


Perbuatan intimidasi itu diduga dilakukan oleh Perawati selaku kepsek terhadap guru honorernya Syarifah Shania. Merasa tidak nyaman, orangtua Syarifah mendatangi Perawati mempertayakannya.


Menurut orangtuanya Syarifah, menjelaskan kepala sekolah sering mengintimidasi anaknya dengan berbagai macam alasan dan kesalahan hingga berulang ulang kali. Hal dikatakannya, pada Kamis pagi tadi.


" Ini dinilai tidak lah wajar terhadap kesalahan yang dibuat anaknya seolah olah patal baik terhadap sekolah maupun murid," tuturnya.

Atas dugaan intimidasi itu, Kepsek dicecar pertanyaan oleh orangtuanya Syarifah.


Terkait permasalah, Perawati, M.Pd berdalih, bahwa niatnya tidak ada ingin mengintimidasi Syarifah Shania yang mana sebagai guru arab melayu, melaikan memberikan nasehat agar sebagai guru harus ikut aturan kepala sekolah yang telah dibuat.


"Tanggapan yang berbeda diberikan Syarifah Shania sekaligus sebagai guru dia menjelaskan bahwa kepala sekolah tersebut sering mencari cari kesalahannya agar dirinya dikeluarkan dari sekolah tersebut," ungkapnya Syarifah sambil menagis.


," Kami meminta kepada dinas pendidikan Kota Pekanbaru agar secepat mungkin memanggil kedua belah pihak, baik anaknya maupun kepala sekolah apakah terlalu fatal kesalahan anaknya," tegas Sait Ibnu Hajar selaku orang tua Syarifah Shania.


Sambungnya, sehingga diperlakukan seperti itu, atau kepala sekolahnya yang arogan dengan kekuasanya sebagai pimpinan di SD Negeri 186 kota, pekanbaru," tutup Sakit Ibnu Hajar.**Miko

Bagikan:

Komentar