SPBU di Pekanbaru Ludes Terbakar, Berawal dari Handphone Berdering | RIAUANTARA.CO
|
Menu Close Menu

SPBU di Pekanbaru Ludes Terbakar, Berawal dari Handphone Berdering

Sabtu, 02 Januari 2021 | 17:43 WIB


Pekanbaru, riauantara.co | Sebuah SPBU milik Pertamina di Jalan Ababil Kecamatan Sukajadi ludes terbakar Jumat (1/1) pukul 23.55 Wib. Satu unit mobil Avanza hangus terbakar saat mengisi bahan bakar.

"Pengemudi mobil Avanza Muhammad Deni (41) mengalami luka terbakar di wajahnya," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, Sabtu (2/1).

Nandang menyebutkan, api membakar sebagian wajah korban. Beruntung korban yang merupakan warga Kampar itu sempat menyelamatkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru.

Nandang menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat Saksi 3 karyawan SPBU tersebut sedang melakukan pengisian BBM jenis permium, terhadap satu unit mobil Avanza BM 1241 SX warna hitam milik M Deni.

"Namun saat nozel pom bensin dimasukan ke tangki mobil, sekitar kurang lebih satu menit, tiba tiba keluar api dari lobang tangki mobil. Lalu api membesar serta membakar kendaraan," kata Nandang.

Saat melihat adanya api membesar, salah satu karyawan SPBU langsung memijit tombol emergensi dan segera mengambil racun api untuk memadamkan api.

Namun setelah racun api digunakan, justu api semakin besar dan tidak dapat dipadamkan. Akhirnya, ketiga karyawan meninggalkan tempat pengisian untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.

"Salah satu karyawan langsung menghubungi Polsek Sukajadi selanjutnya diteruskan menghubungi pemadam kebakaran. Kurang lebih 15 menit datang tiga unit pemadam kebakaran memadamkan api di SPBU dan satu unit mobil Avanza yang terbakar. Sekitar 30 menit kemudian api dapat dipadamkan," jelas Nandang.

Polisi menduga, api berasal dari frekuensi Handphone yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian BBM. Sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran.

"Untuk kerugian materil belum diketahui karena masih dihitung," pungkas perwira menengah jebolan Akpol 1997 itu.
(red/cr)
Bagikan:

Komentar