4 Universitas di Riau Tuntut Pengesahan RUU PLP | RIAUANTARA.CO
|
Menu Close Menu

4 Universitas di Riau Tuntut Pengesahan RUU PLP

Selasa, 07 Juni 2022 | 08:58 WIB




Riauantara.co.| Pekanbaru - Ratusan mahasiswa dan dosen di 4 Universitas di Riau menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Riau. Dalam orasinya mereka menuntut agar pemerintah mengesahkan Rancangan Undang Undang - Pendidikan dan Layanan Psikologi (RUU PLP).


Hal ini terungkap ketika Wakil ketua DPRD Riau Syafarudin Poti SH dan anggota Komisi V DPRD Riau Ma'mun Solihin menerima perwakilan dosen dan mahasiswa diruang Medium DPRD Riau, Senin (6/6/22).


"Bahwa yang kita inginkan dari aksi ini adalah, menyampaikan aspirasi dari insan psikologi baik itu dari dosen, mahasiswa dan dari teman-teman psikolog atau yang praktek atau ilmuan yang prakteknya di Perguruan Tinggi (PT)," ucap Yanuar, dekan Psikologi UIR usai memperkenalkan diri bersama rekan-rekannya di 4 Universitas di Riau.


Adapun 4 Universitas di Riau yang menuntut pemerintah agar RUU PLP itu disahkan jelas Yanuar antara lain, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Riau Sigit Nugroho, Didik Widiantoro Korlap aksi dari Psikologi UIR, Yuli Widianingsih dan Diana keduanya dosen Psikologi dari Univessitas Susqa UIN.


"Kemudian teman-teman mahasiswa ada dari UIR, UIN dan ada dari Abdurrab dan ada dari UMRI. Jadi 4 Universitas," terangnya.


Didepan anggota DPRD Riau Yanuar menegaskan 4 Universitas Psikologi di Riau ini menuntut agar RUU PLP ini disahkan. Pasalnya RUU ini sudah sesuai dengan penyelenggaran pendidikan yang diatur oleh pemerintah.


"Dan di beberapa forum uji publik yang diselenggarakan di beberaoa kampus, terutama di Jawa dan di Unhas, itu juga menyatakan bahwa kita setuju untuk disahkannya RUU ini," ucap Yanuar.


Ia mengatakan, bahwa penyelenggaran pendidikan psikologi itu, nantinya terbagi dua. Yaitu profesi dan pendidikannya. Nantinya kalau sudah disahkan, perluasan atau penyebaran kemudahan dalam menyelenggarakan profesi tersebut sangat memungkinkan. 


Yanuar mengungkapkan, profesi psikolog itu hanya ada  di Jawa. Sedangkan di pulau Sumatera hanya ada USU. Di wilayah Timur hanya ada Udayana. Sementara Riau ada 5 PT. Demikian juga dengan di Sumatera Barat. Sehingga dengan disahkannya RUU PLP, nantinya bisa mengcover psikolog yang ada di Riau, ujar dia.


"Jadi kita ingin memberikan semangat dan dukungan lewat DPR RI bahwa kita teman- teman di Riau itu setuju bahwa RUU itu disahkan," tandas Yanuar.


Menyikapi hal itu, anggota komisi V DPRD Riau Ma'mun Solihin mengatakan, pihaknya siap. Terlebih RUU PLP ini adalah inisiatif DPR RI.


"Saya atas nama ketua fraksi PDIP DPRD Riau, menyambut dengan senang hati, mudah-mudahan ini bisa segra kami sampaikan di perwakilan kami terutama fraksi PDIP DPR RI. Dan secara kelembagaan pak Syafaruddin Poti nanti bisa menandatangani sebagai pimpinan," tukasnya. (fin)

Bagikan:

Komentar

Iklan Bupati Rohil

Iklan Bupati Rohil