Gagal Jalankan Tugasnya, Humas DPRD Riau Diminta Belajar Lagi | RIAUANTARA.CO
|
Menu Close Menu

Gagal Jalankan Tugasnya, Humas DPRD Riau Diminta Belajar Lagi

Jumat, 22 Juli 2022 | 06:32 WIB





RIAUANTARA.CO.|PEKANBARU-Ketua Komisi I DPRD Riau, Eddy A Moh Yatim, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap kinerja Humas DPRD Riau, yang mendapat sorotan dari kalangan masyarakat. 


Pasalnya, produk yang dihasilkan oleh pihak Humas tak merepresentasikan apa yang sudah dilakukan oleh DPRD Riau. Bahkan, terkesan DPRD Riau hanya bekerja seremonial saja. 


Padahal, selama ini DPRD Riau sudah menjalankan tugas sesuai Tupoksinya, baik di sisi pengawasan, penganggaran hingga legislasi. Kinerja ini mestinya bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. 


Sebagai orang yang paham ilmu jurnalistik, Eddy menginginkan supaya kinerja Humas ditingkatkan, jangan sampai ada anggapan di masyarakat, bahwa Humas hanya menghabis-habiskan anggaran saja. 


Dalam Sidaknya, Eddy menerima keluhan dari tenaga di Humas yang mengaku kekurangan alat, sehingga mereka meminta supaya ada penambahan alat kepada Komisi I. 


Tapi Eddy mau melihat dulu seperti apa komitmen Humas dalam memastikan kinerjanya meningkat, karena dia hanya menginginkan supaya Humas bisa menjadi penyampai informasi terkait hasil kerja dewan kepada masyarakat. 


"Penilaian dari luar, Humas ini cuma sekedar foto dan video saja, tapi inti dari pesan yang disampaikan itu tidak ada. Makanya terkesan hanya kegiatan seremoni, harusnya bisa meniru seperti pengelolaan media center Pemprov Riau," ujarnya, Kamis (21/7/2022). 


Humas, kata Eddy, merupakan instrumen penting dalam menyampaikan informasi kepada konstituen para anggota. Makanya, harus ada informasi yang dijelaskan kepada masyarakat dari suatu rapat. 


"Setiap ada laporan masyarakat, kita selalu tindaklanjuti sesuai Tupoksi, misalnya ada isu soal PPDB, soal konflik lahan, dan persoalan lain. Tapi, hasil rapat itu tak tersampaikan dengan sempurna," terangnya. 


"Saya dan teman-teman dewan sangat mendukung keberadaan Humas, tapi harus berkualitas outputnya. Kalau butuh anggaran kita bisa siapkan. Intinya, bagaimana Humas kita bisa berstandar internasional. Kalau pengelolaan Humasnya bagus, tak akan ada salah interpretasi di masyarakat soal kinerja dewan," tutupnya. ***

Bagikan:

Komentar