ASPEKUR Ambil Bagian Meriahkan Festival Lancang Kuning, Ketum: Kami Tampilkan Makanan Terenak di Dunia | riauantara.co
|
Menu Close Menu

ASPEKUR Ambil Bagian Meriahkan Festival Lancang Kuning, Ketum: Kami Tampilkan Makanan Terenak di Dunia

Senin, 22 April 2024 | 14:09 WIB

RIAUANTARA.CO | PEKANBARU - Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Kuliner (ASPEKUR) Riau ikut ambil bagian dalam Event Nasional "Festival Lancang Kuning" di Pekanbaru yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI).


"Kami telah berkoordinasi dengan panitia, yakni Dinas Pariwisata dan Disperindag Provinsi Riau untuk mengisi stand kuliner dalam Event Festival Lancang Kuning yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang," kata Ketua Umum ASPEKUR Riau, Fazar Muhardi, di Pekanbaru, Minggu (21/4/2024).


Dia menjelaskan, ASPEKUR akan menampilkan menu kuliner yang fenomenal dalam Festival Lancang Kuing mendatang, tujuannya untuk mengenalkan makanan nusantara yang memang telah diakui dunia.


Seperti tujuan dari diselenggarakannya acara ini, demikian Fazar, adalah untuk menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di Riau, maka ASPEKUR berkewajiban mengambil bagian untuk menampilkan makanan khas nusantara yang dihasilkan dari para pelaku usaha mikro, kecil & menengah (UMKM).


"Beberapa makanan terenak di dunia akan kita tampilkan, seperti rendang daging dari Sultan Premium, nasi goreng rendang dari Raja Rendang serta produk ragam keripik khas Pekanbaru produk Uncu. Mereka adalah binaan ASPEKUR Riau," kata Fazar.


Patut diketahui, demikian Fazar, rendang dan nasi goreng sebelumnya masuk dalam daftar sebagai makanan terenak dunia versi CNN Internasional dan UNISCO.


"Dua makanan itu juga telah masuk ke dalam daftar UNISCO sebagai warisan budaya tak benda berupa kuliner. Jadi yang namanya rendang dan nasi goreng, itu adalah makanan khas nusantara yang telah diakui dunia dan tidak lagi bisa diklaim oleh negara lain," kata Fazar.


Menurut dia, reputasi yang muncul dari penobatan rendang dan nasi goreng sebagai makanan terenak di dunia cukup menjadi modal untuk promosi citra pariwisata Indonesia ke dunia.


"Karena semakin banyak makanan Indonesia yang dikenal di mancanegara akan menjadi branding dari daya tarik Indonesia. Dan orang-orang di dunia harus mencoba makanan nusantara ini walau sekali dalam seumur hidup mereka," katanya.


Di sisi lain, Fazar mengungkap, wisata kuliner juga menjadi salah satu atraksi wisata yang terus meningkat geliatnya selama beberapa tahun terakhir.


"Apapun acara atau dalam event apapun, tidak akan lengkap tanpa hadirnya stand kuliner. ASPEKUR Riau nantinya akan fokus pada event-event nasional dan internasional agar 'mutiara kuliner' Melayu dan nusantara mendunia," kata dia.


Dia mengungkap, ASPEKUR memiliki misi untuk menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah wisata kuliner nusantara, dengan harapan nantinya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan nasional maupun mancanegara.


"Ini adalah upaya kita untuk memperjelas identitas Riau sebagai Provinsi Kuliner, setiap daerah kabupaten/kota di Riau ke depan akan ada kawasan wisata kuliner yang merangkum produk-produk UMKM, baik itu masakan khas Melayu maupun masakan nusantara," demikian Fazar.**

Bagikan:

Komentar