Pastikan Tesso Nilo Tetap Lestari, Menhut RI Bertemu Flying Squad dan Tegaskan Komitmen Konservasi | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pastikan Tesso Nilo Tetap Lestari, Menhut RI Bertemu Flying Squad dan Tegaskan Komitmen Konservasi

Sabtu, 29 November 2025 | 06:31 WIB
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan.
Pelalawan, riauantara.co | Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Jumat (28/11/2025). Ia hadir bersama Asisten III Setdaprov Riau, M Job Kurniawan, untuk meninjau langsung kondisi terkini salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia.

Dalam agenda tersebut, Menhut RI tidak hanya meninjau dari kejauhan, tetapi juga turun ke beberapa titik strategis di dalam kawasan hutan.

Ia berdialog dengan para petugas Elephant Flying Squad sekaligus menyaksikan langsung interaksi tim dengan gajah-gajah binaan. Raja Juli bahkan sempat memberi makan beberapa gajah jinak yang menjadi ikon perlindungan satwa di TNTN.

Melalui video yang dibagikan Balai TNTN di akun Instagram resminya, Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah terhadap kelestarian kawasan ini.

"Bismillah. Bersama TNI/Polri dan seluruh jajaran Balai Taman Nasional Tesso Nilo, kita pastikan kawasan ini benar-benar menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi domang dan kawan-kawan," ujarnya.

Raja Juli Antoni menekankan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat berjalan tanpa dukungan masyarakat. Keterlibatan warga sekitar dinilai sangat penting untuk mengurangi konflik, menjaga batas kawasan, dan memastikan aturan konservasi dipatuhi.

Ia mengungkapkan bahwa program relokasi bagi warga yang bermukim di dalam kawasan akan segera dilaksanakan.

"Mulai pertengahan Desember paling lambat, masyarakat yang telah bekerja sama dengan kita sebanyak 344 KK akan dipindahkan ke lokasi di luar Tesso Nilo," jelasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari program besar pemulihan ekosistem TNTN, yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan akibat aktivitas manusia, alih fungsi lahan, hingga berkurangnya habitat alami satwa.

Menurut Menteri Kehutanan, keberhasilan pemulihan TNTN tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak, terutama masyarakat setempat, diharapkan ikut mendukung upaya konservasi.

Ia berharap komunitas lain yang masih berada di dalam kawasan dapat mengikuti langkah serupa.

"Mudah-mudahan masyarakat yang lain menyusul. Kita ingin rumah domang dan satwa lainnya kembali aman dan nyaman," tutupnya.
Bagikan:

Komentar