Bupati Siak Afni Zulkifli Targetkan OPD Tuntaskan Lima Program Prioritas dalam Enam Bulan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Bupati Siak Afni Zulkifli Targetkan OPD Tuntaskan Lima Program Prioritas dalam Enam Bulan

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:57 WIB
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli meminta setiap OPD menyiapkan sedikitnya lima program prioritas yang terukur dan wajib direalisasikan dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
Siak, riauantara.co | Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menetapkan standar kinerja baru bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Ia meminta setiap OPD menyiapkan sedikitnya lima program prioritas yang terukur dan wajib direalisasikan dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Menurut Afni, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan akan dijadikan acuan utama dalam evaluasi kinerja OPD sekaligus Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) para pejabat.

"Silakan sampaikan lima program yang realistis dan bisa diukur, tidak perlu muluk-muluk. Dalam enam bulan harus ada hasil. Jadi bila ke depan ada mutasi atau demosi, itu murni karena target SKP tidak tercapai, bukan karena faktor suka atau tidak suka," tegas Afni.

Sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak, Afni menekankan bahwa kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat tersebut menjadi komitmen bersama seluruh OPD untuk kinerja enam bulan mendatang. Penilaian akan dilakukan secara objektif berbasis capaian dan performa kerja.

"Apa yang kita sepakati hari ini adalah janji kinerja bapak dan ibu semua. Sekarang semuanya berbasis hasil. Kalau kinerjanya baik, tentu akan kita lanjutkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Afni juga mengingatkan seluruh OPD agar lebih berhati-hati dan transparan dalam pengelolaan anggaran, belanja daerah, serta pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menyinggung arahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi yang menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap proses belanja pemerintah.

"Tadi Pak Kajati mengingatkan agar kita ekstra cermat dalam belanja. Pemeriksaan internal pasti dilakukan, jadi semua data harus siap. Hal yang sama juga berlaku dalam pengelolaan BUMD," jelasnya.

Afni menambahkan, pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) datang dari berbagai pihak. Namun hal tersebut bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja.

"Kinerja bapak ibu diawasi, tapi tidak perlu risih jika kita bekerja dengan bersih. Tetap berhati-hati, namun jangan kehilangan semangat," katanya.

Selain menargetkan lima program prioritas, Afni juga mendorong percepatan penerapan sistem manajemen talenta di lingkungan Pemkab Siak. Ia berharap penempatan ASN ke depan benar-benar didasarkan pada kompetensi dan profesionalisme, bukan pertimbangan nonteknis.

"Dalam enam bulan ini, saya minta kita sudah mulai beralih ke manajemen talenta. Dengan begitu, ke depan tidak lagi ada pembicaraan soal like or dislike dalam urusan birokrasi maupun politik," pungkas Afni.
Bagikan:

Komentar