Yogyakarta, riauantara.co | SRORANG pria di Kabupaten Bantul, DIY dihajar hingga babak belur lantaran dituduh mencuri sebuah topi. Akibat kejadian ini korban sempat dirawat di Rumah Sakit dan mendapat 10 jahitan.
"Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Jumat 2 Januari 2026.
Rita mengungkapkan, kejadian bermula saat korban berinisial MAF (47) warga Jetis Bantul main ditempat kost temannya Jalan Parangtritis pada Minggu, 28 Desember 2025 sekira pukul 19.00 WIB.
"Sembari main dikost temannya itu korban nunggu penumpang grab karena ia merupakan seorang pengemudi Ojol. Pada saat korban hendak meninggalkan kost ia dituduh mencuri topi salah satu penghuni kost," urainya.
Selanjtnya, pada Selasa 30 Desember 2025 sekira pukul 20.30 WIB korban mendapat WA dari saudara ARF alias T bahwa ada orderan untuk mengirim barang dari Mie Nyinyir yang beralamat di Nogosari, Trirenggo, Bantul.
"Setelah sampai di Mie Nyiyir korban diboncengkan motor oleh ARF ke lapangan Trirenggo. Disana korban diminta untuk mengaku telah mengambil topi tersebut," terangnya.
Korban, lanjut Rita, dipukul dan dicambuk oleh dua laki-laki mengenai mata kanan, hidung, bibir, kepala bagian atas dan bagian belakang. Tak berhenti disitu korban diinjak lehernya dan dicambuk beberapa kali menggunakan alat semacam selang karet.
"Korban dicambuk mengenai punggung dan dadanya. Korban mengalami luka-luka dan mengeluarkan darah dibagian wajah, luka memar dipunggung serta dada. Selanjutnya korban berobat ke RS Nur Hidayah. Pada Kamis 1 Januari korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantul," ungkap Rita.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di bagian mata kanan mendapat 10 jahitan. Seadangkan mata kiri mengalami lebam. Dibagian punggung korban mengalami luka memar akibat cambukan. Petugas sudah mendatangi TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Saat ini pelaku sedang diburu petugas," pungkas Rita.


Komentar