PLTA Koto Panjang Lakukan Early Release, Warga Hilir Sungai Kampar Diminta Tetap Waspada | riauantara.co
|
Menu Close Menu

PLTA Koto Panjang Lakukan Early Release, Warga Hilir Sungai Kampar Diminta Tetap Waspada

Senin, 19 Januari 2026 | 14:14 WIB
Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, merilis pembaruan kondisi Waduk Koto Panjang pada Senin pagi, 19 Januari 2026.
Kampar, riauantara.co | Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, merilis pembaruan kondisi Waduk Koto Panjang pada Senin pagi, 19 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan ketinggian muka air waduk berada di level 80,74 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 23 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat di posisi 80,97 mdpl. Penurunan elevasi ini sejalan dengan pengaturan debit air yang terus dilakukan pihak pengelola.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada waktu pemantauan tersebut, debit air masuk (inflow) ke waduk tercatat sebesar 157,71 meter kubik per detik (m³/detik). Sementara itu, debit air keluar melalui turbin (outflow) mencapai 324,62 m³/detik.

"Saat ini, debit air yang keluar melalui turbin lebih besar dibandingkan inflow, sehingga berdampak pada penurunan elevasi waduk," jelas Dhani.

Ia mengingatkan bahwa sebelumnya manajemen PLTA Koto Panjang telah membuka pintu pelimpah waduk atau spillway gate pada Selasa, 30 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Pembukaan tersebut dilakukan melalui skema early release setelah melalui pembahasan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan dan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.

Pada tahap awal, dua pintu spillway dibuka masing-masing setinggi 50 sentimeter. Berdasarkan perhitungan teknis, bukaan tersebut setara dengan debit aliran sekitar 134 m³/detik. Dengan demikian, total air yang keluar dari waduk merupakan akumulasi debit turbin dan spillway.

Dhani menambahkan, kebijakan early release diambil sebagai langkah pengendalian elevasi waduk, mengingat saat ini PLTA Koto Panjang hanya mengoperasikan dua unit pembangkit. Kondisi tersebut membuat kapasitas pembuangan air melalui turbin belum optimal.

"Pemantauan elevasi waduk dan debit Sungai Kampar terus kami lakukan secara ketat, menyesuaikan dengan perubahan inflow dan kondisi cuaca," ujarnya.

Manajemen PLTA Koto Panjang kembali mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah hilir waduk dan sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap waspada serta berhati-hati dalam beraktivitas. Warga juga diminta untuk mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pihak PLTA maupun instansi terkait.

Pemantauan kondisi waduk akan terus dilakukan secara berkala, dan setiap perkembangan terbaru akan diinformasikan kepada publik sesuai dengan situasi di lapangan.
Bagikan:

Komentar