Ratusan Ternak di Riau Terpapar PMK Sepanjang 2025, Indragiri Hulu Paling Terdampak | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Ratusan Ternak di Riau Terpapar PMK Sepanjang 2025, Indragiri Hulu Paling Terdampak

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:39 WIB
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 304 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di berbagai daerah (foto ilustrasi)
Pekanbaru, riauantara.co | Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 304 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di berbagai daerah. Wabah ini dilaporkan menyebar di sedikitnya delapan kabupaten dan kota di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengungkapkan bahwa Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni mencapai 143 kasus. Dari seluruh kasus tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati dan terjadi di Kota Dumai.

"Sepanjang 2025, total kasus PMK di Riau mencapai 304. Dari jumlah itu, satu ternak dilaporkan mati di Dumai," ujar Mimi.

Setelah Indragiri Hulu, Kabupaten Siak menempati urutan kedua dengan 65 kasus. Sementara Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing mencatat 25 kasus, disusul Indragiri Hilir sebanyak 19 kasus.

"Untuk daerah lain, Kampar tercatat 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir satu kasus," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas PKH Riau telah melakukan vaksinasi PMK secara masif. Sepanjang 2025, sekitar 40 ribu ekor hewan ternak telah divaksin di 12 kabupaten/kota serta unit pelaksana teknis (UPT) milik Dinas PKH.

"Vaksinasi dilakukan di seluruh wilayah, termasuk daerah yang belum ditemukan kasus PMK, sebagai upaya pencegahan," tambahnya.

Selain itu, Mimi mengingatkan para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim hujan dan banjir yang dapat mempercepat penyebaran penyakit. Tidak hanya PMK, ancaman lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga berpotensi meningkat akibat cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan segera melapor jika menemukan ternak yang sakit. Kondisi cuaca seperti sekarang sangat rawan memicu penyebaran penyakit," tutupnya.
Bagikan:

Komentar