![]() |
| Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistaman, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Sekolah Garuda yang dipusatkan di Aula Lantai 8 Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi, Sabtu (24/1/2026). |
Rokan Hilir, riauantara.co | Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistaman, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Sekolah Garuda yang dipusatkan di Aula Lantai 8 Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi, Sabtu (24/1/2026). Program pendidikan unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini diharapkan menjadi lompatan besar kemajuan pendidikan di wilayah yang dikenal sebagai "Negeri Seribu Kubah".
Bupati H. Bistaman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, Sekolah Garuda dirancang bukan sekadar sebagai sekolah berasrama, tetapi sebagai pusat pembinaan calon pemimpin masa depan yang memiliki keunggulan di bidang sains dan teknologi.
"Ini merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam menghadirkan pemerataan pendidikan berkualitas. Pendidikan unggul adalah fondasi utama untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global," ujar Bupati H. Bistaman, dilansir, Senin (26/01/26).
Sebagai wujud keseriusan dalam menyambut program strategis nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk penyediaan lahan yang memadai.
"Kami telah menyiapkan lahan seluas 25 hektare yang didukung akses jalan dan infrastruktur dasar. Ini adalah aspirasi masyarakat Rohil. Kami sangat berharap Sekolah Unggul Garuda dapat dibangun di daerah kami demi masa depan putra-putri Riau," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainstek), Taufikurrahman Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pemetaan lokasi, survei, hingga penyusunan perencanaan pembangunan Sekolah Garuda.
Ia mengungkapkan bahwa Sekolah Garuda memiliki visi besar dalam mencetak generasi yang mampu mengelola hilirisasi sumber daya alam Indonesia secara mandiri, mulai dari sektor pertanian hingga pertambangan seperti batu bara, perak, dan nikel melalui penguasaan teknologi.
"Semakin maju teknologi yang kita kuasai, semakin besar nilai tambah yang bisa dihasilkan dari kekayaan alam negeri ini. Melalui Sekolah Garuda, kita ingin melahirkan generasi yang unggul dalam rekayasa sains dan teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya sumber daya alam," jelas Taufikurrahman.


Komentar