![]() |
| Kematian seekor anak gajah di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali menyoroti ancaman serius terhadap kelestarian satwa dilindungi di Riau. |
Pekanbaru, riauantara.co | Kematian seekor anak gajah di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali menyoroti ancaman serius terhadap kelestarian satwa dilindungi di Riau. Dugaan sementara, infeksi pada kaki akibat jerat menjadi penyebab kematian hewan tersebut.
Kapolda Riau Herry Heryawan yang dikenal sebagai penggagas Green Policing menegaskan bahwa pengusutan kasus ini akan dilakukan secara komprehensif, termasuk membuka kemungkinan adanya pelanggaran hukum.
"Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan serius, terukur, dan berbasis pemeriksaan ilmiah," kata Irjen Herry.
Ia menyebutkan, kondisi bangkai saat ditemukan sudah mengalami pembusukan lebih dari satu pekan.
"Saat pertama kali ditemukan bayi gajah ini dalam kondisi telah mengalami pembusukan dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan," kata Irjen Herry.
Keterlibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik, lanjutnya, merupakan langkah antisipatif untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.
"Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama Dirkrimum dan Kabidlabfor turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," jelasnya.
Kasus ini menambah daftar kematian gajah di Riau. Sebelumnya, pada Sabtu (7/2), seekor gajah dewasa ditemukan mati akibat ditembak di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
"Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah tersebut akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh," tegas Irjen Herry.
Rangkaian peristiwa ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa kawasan konservasi masih menghadapi ancaman nyata, mulai dari jerat hingga perburuan ilegal, yang berpotensi mempercepat penyusutan populasi gajah liar di Riau.


Komentar