![]() |
| Kapolda Riau Herry Heryawan langsung turun ke lokasi bersama Dirkrimum, Dirkrimsus, Kabid Labfor Polda Riau, serta Kepala BKSDA Riau. |
Pekanbaru, riauantara.co | Populasi gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali berkurang. Seekor anak gajah ditemukan mati di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I, Kamis (25/2), dalam kondisi mengenaskan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kapolda Riau Herry Heryawan langsung turun ke lokasi bersama Dirkrimum, Dirkrimsus, Kabid Labfor Polda Riau, serta Kepala BKSDA Riau. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dapat diungkap secara ilmiah dan transparan.
"Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan serius, terukur, dan berbasis pemeriksaan ilmiah," kata Irjen Herry.
Ia menjelaskan, dirinya bersama jajaran reserse mendatangi TNTN setelah menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi bangkai anak gajah sudah membusuk dan diperkirakan telah mati lebih dari satu pekan.
"Saat pertama kali ditemukan bayi gajah ini dalam kondisi telah mengalami pembusukan dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan," kata Irjen Herry.
Dari hasil koordinasi sementara antara tim Laboratorium Forensik Polda Riau dan dokter BBKSDA Riau, ditemukan indikasi infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat. Dugaan ini masih akan dipastikan melalui proses nekropsi.
"Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama Dirkrimum dan Kabidlabfor turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung," ujar Herry.
Kapolda menegaskan, pihaknya belum akan menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar. Jika ditemukan unsur pidana, penindakan hukum akan dilakukan sesuai aturan.
"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," jelasnya.
Saat ini, Polda Riau terus berkoordinasi dengan Balai TNTN dan BKSDA Riau untuk mendalami temuan tersebut.
"Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah tersebut akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh," tegas Irjen Herry.


Komentar