Kasus Malaria di Riau Tembus 238, Rohil Masih Berstatus KLB | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Kasus Malaria di Riau Tembus 238, Rohil Masih Berstatus KLB

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:14 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sebanyak 232 kasus berasal dari Rokan Hilir.
Pekanbaru, riauantara.co | Memasuki masa peralihan musim menuju kemarau, ancaman penyakit menular kembali menghantui masyarakat. Di Provinsi Riau, kasus malaria tercatat masih cukup tinggi. Hingga Februari 2026, jumlah penderita malaria di daerah ini telah mencapai 238 kasus, dengan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi wilayah penyumbang terbesar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sebanyak 232 kasus berasal dari Rokan Hilir. Sementara itu, Kota Pekanbaru melaporkan empat kasus, disusul Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir yang masing-masing mencatat satu kasus.

"Untuk Riau saat ini tercatat 238 kasus. Rokan Hilir 232 kasus, Pekanbaru empat kasus, lalu Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir masing-masing satu kasus," ujar Zulkifli, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, khusus di Rokan Hilir, status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria masih diberlakukan. Hal ini mengacu pada Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 714/BPBD/2025 tentang perpanjangan kesembilan status tanggap darurat bencana non-alam akibat wabah malaria.

"Sudah sampai perpanjangan yang ke-9. Ini menunjukkan bahwa penanganan darurat masih diperlukan agar penanggulangan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu untuk mencegah dampak yang lebih luas," jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu langkah yang terus digencarkan adalah penerapan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"Kami mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menerapkan 3M sebagai langkah pencegahan," kata Zulkifli.

Menurutnya, kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dari hal sederhana, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Upaya ini harus diterapkan di rumah, sekolah, hingga fasilitas umum, agar penyebaran penyakit bisa dicegah sejak dini," pungkasnya.
Bagikan:

Komentar