Pemko Pekanbaru Tata Ulang CFD, Bidik PAD Lebih Optimal Lewat Pengelolaan Terpadu | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pemko Pekanbaru Tata Ulang CFD, Bidik PAD Lebih Optimal Lewat Pengelolaan Terpadu

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:48 WIB
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali melakukan pembenahan terhadap aktivitas pedagang di kawasan Car Free Day (CFD)
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali melakukan pembenahan terhadap aktivitas pedagang di kawasan Car Free Day (CFD). Langkah penataan ini ditempuh sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi CFD dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, mengungkapkan bahwa selama ini pengelolaan CFD belum berjalan secara terstruktur. Padahal, kegiatan tersebut berada di bawah naungan Disperindag dan menyimpan potensi besar sebagai sumber pemasukan daerah.

"Selama ini CFD belum dikelola secara sistematis. Padahal, ini merupakan salah satu sumber PAD. Karena pengelolaannya belum rapi, kontribusi ke PAD juga belum maksimal," ujar Iwan.

Berkaca dari kondisi tersebut, Disperindag mengambil kebijakan untuk menyerahkan pengelolaan CFD kepada pihak badan usaha. Saat ini, pengelolaan kawasan CFD resmi dipercayakan kepada Koperasi Kodim.

Menurut Iwan, penunjukan Koperasi Kodim bukan tanpa alasan. Koperasi tersebut dinilai sudah berpengalaman karena sebelumnya mengelola kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dien.

"Koperasi Kodim sudah punya pengalaman mengelola kawasan kuliner malam, jadi dari sisi kesiapan dan manajemen, mereka dinilai mampu," jelasnya.

Meski pengelolaan diserahkan kepada pihak koperasi, Iwan menegaskan bahwa seluruh retribusi yang dipungut dari pedagang tetap akan masuk ke kas daerah sebagai PAD Kota Pekanbaru.

"Walaupun dikelola pihak ketiga, retribusi pedagang tetap disetorkan ke kas daerah. Ini tidak mengurangi hak pemerintah, justru diharapkan pengelolaannya lebih tertib dan hasilnya lebih maksimal," tegasnya.

Saat ini, Disperindag juga meminta Koperasi Kodim untuk terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang beraktivitas di kawasan CFD. Sosialisasi tersebut mencakup sistem pengelolaan, besaran iuran, hingga pengaturan dan penataan lapak.

"Kami minta sebelum diterapkan, dilakukan sosialisasi dulu ke pedagang, supaya mereka paham soal mekanisme, iuran, dan tidak terjadi salah persepsi," tambah Iwan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian besar pedagang justru menyambut positif kehadiran Koperasi Kodim sebagai pengelola baru. Mereka berharap suasana berdagang di CFD bisa menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pihak.
Bagikan:

Komentar