![]() |
| Wali Kota Agung Nugroho resmi meluncurkan program inovatif "Satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Satu RW" |
Pekanbaru, riauantara.co | Wali Kota Agung Nugroho resmi meluncurkan program inovatif "Satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Satu RW" sebagai langkah konkret memperpendek jarak birokrasi sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Kota Pekanbaru.
Peluncuran program tersebut dilakukan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Binawidya yang digelar di halaman kantor kecamatan setempat, Kamis (12/2/2026) petang.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan setiap rukun warga (RW) memiliki pendamping dari unsur pemerintah. Kehadiran ASN di tingkat lingkungan diharapkan mampu mengawal kualitas pelayanan publik secara langsung, sekaligus menjadi instrumen penting dalam memvalidasi data lapangan agar kebijakan ke depan benar-benar berbasis kondisi riil masyarakat.
Pada tahap awal, dua wilayah ditetapkan sebagai proyek percontohan, yakni Kecamatan Binawidya dan Kecamatan Sail. Dalam pelaksanaannya, para petugas akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik untuk memastikan proses pendataan berjalan dengan metodologi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Agung Nugroho menegaskan, fokus utama program ini adalah membenahi keakuratan data penerima bantuan sosial. Ia mengungkapkan masih banyak ditemukan ketidaksesuaian data di lapangan, baik untuk bantuan yang bersumber dari APBD maupun APBN.
"Masih ada laporan bantuan yang tidak tepat sasaran, bahkan ada nama penerima yang seharusnya sudah tidak masuk data. Melalui ASN yang turun langsung ke RW, kita akan perbarui data secara menyeluruh agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak," tegasnya.
Sementara itu, Asisten III Setdako Pekanbaru Syamsuwir menjelaskan, sebanyak 67 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu ditugaskan untuk mendukung program ini. Rinciannya, 49 orang ditempatkan di Kecamatan Binawidya dan 18 orang di Kecamatan Sail.
Para petugas tersebut akan melakukan pendataan secara door-to-door dengan berkoordinasi bersama ketua RT dan RW setempat. Seluruh data yang dihimpun nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem informasi kewilayahan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pemerataan layanan publik.
Sebagai tanda dimulainya program, Wali Kota Agung Nugroho secara simbolis memasangkan kartu identitas dan rompi kepada perwakilan ASN yang akan bertugas di lapangan.


Komentar