Progres Tol Rengat–Pekanbaru Tembus 71 Persen, Jembatan Siak Hampir Rampung | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Progres Tol Rengat–Pekanbaru Tembus 71 Persen, Jembatan Siak Hampir Rampung

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:27 WIB
proyek tol Ruas Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru
Pekanbaru, riauantara.co | PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), salah satunya melalui proyek Ruas Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru. Hingga Januari 2026, capaian konstruksi ruas ini telah menyentuh angka 71,07 persen, sementara progres pembebasan lahannya mencapai 83,52 persen.

Salah satu pekerjaan utama di proyek tersebut, yakni Jembatan Siak, kini hampir tuntas. Jembatan yang membentang di atas Sungai Siak itu mencatat progres pembangunan hingga 98 persen dan segera memasuki tahap penyelesaian akhir.

"Sungai Siak dikenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia dan selama ini menjadi batas alami antara sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kehadiran Jembatan Siak di STA 193+560 ini menjadi jembatan kelima yang menghubungkan kawasan tersebut, sekaligus memperkuat jaringan tol sebagai jalur distribusi utama," ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Jembatan Siak memiliki panjang total 214,5 meter dengan bentang utama sepanjang 97,5 meter. Infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar arus lalu lintas, mempercepat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

Dari sisi teknis, konstruksi jembatan menggunakan struktur box girder dengan metode balanced cantilever dan form traveller. Pengerjaan struktur utama berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan, mencerminkan perencanaan dan pelaksanaan proyek yang berjalan efektif di lapangan.

Ke depan, ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru akan terhubung langsung dengan sejumlah ruas tol strategis lainnya, seperti Tol Pekanbaru–Rengat, Tol Pekanbaru–Dumai, serta Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar, yang seluruhnya merupakan bagian dari jaringan JTTS.

"Keberadaan Jembatan Siak sangat penting untuk memperkuat integrasi antar ruas tol di Provinsi Riau dan mendukung kelancaran distribusi logistik. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tambah Mardiansyah.

Selain memperkuat konektivitas antarwilayah dan mengurangi kepadatan di jalan arteri, proyek ini juga membuka akses menuju kawasan industri, pusat perdagangan, serta titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Pekanbaru. Seluruh pekerjaan konstruksi dilaksanakan dengan standar keselamatan dan mutu yang ketat, bahkan mencatatkan capaian zero accident selama proses pembangunan.

"Ke depan, ruas tol ini diharapkan semakin menegaskan peran JTTS sebagai tulang punggung konektivitas darat di Pulau Sumatra, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan pemerataan pembangunan di Provinsi Riau. Hutama Karya berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur strategis nasional yang berkualitas, aman, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," tutup Mardiansyah.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang kurang lebih 1.235 kilometer, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi.

Sejumlah ruas yang telah beroperasi penuh antara lain Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Betung–Jambi Seksi 3, Bengkulu–Taba Penanjung, Pekanbaru–Dumai, Medan–Binjai, Binjai–Langsa Seksi Binjai–Pangkalan Brandan, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Padang–Sicincin, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak, serta Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6.
Bagikan:

Komentar