Terkait Operasional Biliar, POBSI Pekanbaru Tidak Ada Keluarkan Rekomendasi Buka Selama Ramadan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Terkait Operasional Biliar, POBSI Pekanbaru Tidak Ada Keluarkan Rekomendasi Buka Selama Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:09 WIB




PEKANBARU, riauantara.co |  - Terkait operasional rumah biliar (RB) di kota Pekanbaru, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Pekanbaru pastikan tidak ada mengeluarkan rekomendasi bisa buka selama bukan suci Ramadan.


Hal itu ditegaskan lansung oleh Ketua POBSI Pekanbaru, Supriyanto disela-sela  buka bersama dengan pengurus POBSI Pekanbaru, Owner rumah biliar, Atlit biliar  serta tamu undangan lainnya. Kamis (26/2/2926) di Sarvena Cafe Pekanbaru.


Menurut Supryanto, penegasan tersebut juga seiring surat edaran (SE) Pemerintah Kota Pekanbaru tentang pedoman aktivitas pada bulan suci Ramadan 1418 H di kota Pekanbaru yang termasuk arena biliar tutup selama Ramadan guna menciptakan suasana kondusif, menghormati serta memberikan rasa nyaman pada masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Jadi, kita tidak ada mengeluarkan surat rekomendasi untuk biliar bisa tetap buka selama Ramadan,” katanya.


Memang kata Supriyanto, sebelum SE di keluarkan, POBSI Pekanbaru sempat mengajukan permohonan kepada bapak Walikota Pekanbaru untuk memberikan dispensasi atau pertimbangan pada biliar bisa tetap buka melalui Kadispora Pekanbaru serta Kasatpol PP Pekanbaru sebagai penegak Perda.


Hal itu, merujuk pada biliar yang saat ini sudah masuk dalam kategori olahraga prestasi dan telah terbukti memberikan prestasi pada masyarakat yang mengharumkan nama daerah sampai tingkat nasional. 


Dalam permohonan itu tambahnya, selama operasional juga dijelaskan atau diatur dengan tanpa mengindahkan aturan dan membuat aturan hanya untuk kepentingan olahraga. Dalam artian tidak ada hal lain seperti penjualan alkohol, musik jam operasional sesuai perizinan.


Hanya saja, permohonan POBSI ini tidak dapat persetujuan dari Walikota Pekanbaru atau Pemko Pekanbaru hingga SE sudah diterbitkan.


“Maka itu POBSI Pekanbaru juga tidak memberikan atau mengeluarkan rekomendasi untuk rumah biliar *sehingga semua mengikuti sesuai SE tersebut*,” jelasnya.


Lebih jauh Supriyanto juga menyampaikan sedikit menyesalkan terkait tidak disetujuinya permohonan yang di ajukan POBSI Pekanbaru dimaksud. Pasalnya, tidak ada penjelasan atau alasan yang pasti di terima POBSI Pekanbaru dari Pemko Pekanbaru. Khususnya jawaban surat yang diajukan secara tertulis dan resmi atas nama POBSI Pekanbaru.


Kendati demikian, ia berharap untuk kedepan ini bisa menjadi perimbangan bagi Pemko Pekanbaru maupun walikota Pekanbaru. Pasalnya, untuk biliar ini benar-benar sudah merupakan olahraga prestasi yang tidak lagi dikenal kegiatan negatif.


“Sebagai pengurus POBSI Pekanbaru kami juga mengajukan permohonan maaf pada rumah biliar belum bisa mengakomodir terkait ini. Kita juga bisa memahami pertimbangan Pemko Pekanbaru salah satu juga terkait perizinan biliar yang masih masuk dalam kategori hiburan atau hal lainya.,” ujarnya.


Sebagai pertimbangan, Pemko Pekanbaru  juga bisa melihat dari perkembangan olahraga biliar saat ini, yang sudah mendunia dan banyak Atlit Indonesia mengharumkan nama Indonesia ditingkat internasional. Begitu juga Riau, khususnya kota Pekanbaru yang juga sudah beberapa atlit Pekanbaru sukses mengharumkan nama Riau di tingkat nasional.


“Kita harap ini jadi pertimbangan untuk kedepan dengan tanpa mengidahkan aturan yang tetap ditegaskan dan disesuaikan dalam menjalankan ibadah bulan suci Ramadan,” tuturnya.

Bagikan:

Komentar