![]() |
| Upaya pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo terus dipacu pada awal 2026. |
Pelalawan, riauantara.co | Upaya pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo terus dipacu pada awal 2026. Sebanyak 2.557 hektare lahan di Desa Sageti, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, dipersiapkan untuk ditanami kembali sebagai bagian dari program reforestasi tahap awal.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan area yang secara sukarela dikembalikan masyarakat kepada negara sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan kawasan konservasi.
"InsyaAllah, melalui pendekatan persuasif, dialog terbuka, serta solusi yang adil, semakin banyak masyarakat akan mengikuti langkah ini secara sukarela," ujarnya.
Ia menegaskan, proses rehabilitasi hutan akan dilakukan bertahap hingga 2028 dengan target pemulihan kawasan mencapai sekitar 66.704 hektare. Target tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi Tesso Nilo sebagai kawasan konservasi yang optimal.
Selain itu, pemerintah juga telah melakukan pendataan menyeluruh terkait penguasaan lahan. Dari hasil identifikasi, terdapat sekitar 10.600 hektare lahan yang dikuasai 3.916 kepala keluarga. Sementara relokasi yang sudah berjalan mencakup 633 hektare dengan 227 kepala keluarga.
SF Hariyanto mengungkapkan, masih dibutuhkan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan secara detail. Namun, realisasinya masih menunggu keputusan kebijakan di tingkat nasional.
"Kami di daerah siap menjalankan dan mengawal implementasi di lapangan agar percepatan pemulihan tetap sesuai jalur yang telah direncanakan," tegasnya.
Ke depan, Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN) akan bekerja secara paralel dengan sejumlah fokus utama, mulai dari pengamanan dan penertiban kawasan secara terpadu, penyediaan lahan alternatif yang memiliki kepastian hukum, hingga reforestasi berbasis zonasi dengan pengawasan berkelanjutan.
Seluruh tahapan tersebut, lanjutnya, membutuhkan dukungan operasional yang kuat agar target pemulihan hingga 2028 dapat berjalan efektif dan konsisten.
"Kami berharap dukungan kebijakan serta pembiayaan dari pemerintah pusat terus diperkuat demi tercapainya target yang telah ditetapkan," pungkasnya.


Komentar