Apel Karhutla Nasional 2026 di Riau Perkuat Komitmen Bersama Lindungi Hutan dan Lingkungan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Apel Karhutla Nasional 2026 di Riau Perkuat Komitmen Bersama Lindungi Hutan dan Lingkungan

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:34 WIB
Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional 2026 Kegiatan yang berlangsung di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026)
Pekanbaru, riauantara.co | Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional 2026 yang digelar di Provinsi Riau menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan yang berlangsung di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026) itu dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Apel tersebut diikuti oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, jajaran TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perwakilan dari berbagai sektor swasta.

Dalam sambutannya, Djamari Chaniago menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman karhutla, khususnya di wilayah Riau yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengingatkan bahwa hubungan antara manusia dan alam bersifat timbal balik. Setiap tindakan manusia terhadap lingkungan, kata dia, akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan di masa depan.

"Alam akan merespons setiap tindakan yang kita lakukan. Karena itu, kita perlu bertanya pada diri sendiri, apakah yang kita lakukan sudah memberikan kebaikan bagi alam," ujarnya.

Menurutnya, kesadaran untuk menjaga alam harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan maupun aktivitas manusia. Melestarikan hutan dan lahan, lanjutnya, bukan hanya soal mencegah kebakaran, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan.

Ia juga menekankan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama sebagai bentuk syukur atas sumber daya yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia.

"Ketika kita menjaga alam dengan baik, alam juga akan memberikan manfaat bagi kehidupan kita. Ini adalah tanggung jawab moral sekaligus kewajiban kita dalam merawat karunia Tuhan," jelasnya.

Lebih lanjut, Djamari menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan karhutla bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan nyata seluruh elemen bangsa dalam menjaga serta mengawasi kekayaan sumber daya alam Indonesia.

"Apel ini menunjukkan bahwa kita siap merawat kekayaan alam yang kita miliki. Upaya pencegahan kebakaran hutan bukan hanya penting bagi daerah yang terdampak, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan secara luas," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam turut didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. Hadir pula para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau.
Bagikan:

Komentar