Bantuan Combine Harvester Dorong Produktivitas Petani Bungaraya, Panen Tak Lagi Bergantung Tenaga Manual | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Bantuan Combine Harvester Dorong Produktivitas Petani Bungaraya, Panen Tak Lagi Bergantung Tenaga Manual

Kamis, 09 April 2026 | 14:59 WIB
Dua unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis combine harvester Harfia 110 Max resmi diserahkan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki Bungaraya serta brigade Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kamis (9/4/2026).
Siak, riauantara.co | Harapan petani di Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak, mulai terwujud. Di tengah kondisi musim panen yang biasanya menguras tenaga, kini mereka mendapat dukungan teknologi berupa mesin panen modern yang mempermudah pekerjaan di sawah.

Dua unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis combine harvester Harfia 110 Max resmi diserahkan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki Bungaraya serta brigade Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kamis (9/4/2026).

Bantuan yang berasal dari Kementerian Pertanian RI ini menjadi langkah nyata dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di daerah. Dengan kehadiran alat tersebut, proses panen yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam.

"Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi petani. Kita berharap pemanfaatannya bisa maksimal, sehingga proses panen lebih cepat, efisien, dan hasil pertanian semakin meningkat," ujar Syamsurizal.

Bagi petani, combine harvester bukan sekadar alat canggih, tetapi juga solusi untuk mengurangi beban kerja yang selama ini cukup berat. Selain menghemat tenaga, penggunaan mesin ini juga mampu menekan biaya operasional serta meminimalkan kehilangan hasil panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Siak, Kaharuddin, menyebutkan bantuan tersebut merupakan hasil usulan pemerintah daerah sebagai respons atas kebutuhan petani akan teknologi pertanian yang lebih modern.

"Untuk tahap ini, kita menerima dua unit combine harvester. Satu untuk Gapoktan Bungaraya dan satu lagi untuk brigade dinas yang sifatnya mobile, sehingga bisa membantu petani di berbagai kecamatan," jelasnya.

Dengan nilai sekitar Rp500 juta per unit yang bersumber dari APBN 2026, alat ini diharapkan mampu mempercepat proses panen sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil di lapangan.

Lebih lanjut, alsintan ini juga akan mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya dalam pengembangan padi gogo di sela kebun sawit.

Program tersebut menyasar beberapa kecamatan, seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis, dengan target tanam mencapai 750 hektare pada 2026.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong optimalisasi lahan seluas 600 hektare serta peningkatan indeks pertanaman padi di Bungaraya dari 250 menjadi 300, guna menjaga produktivitas pertanian sepanjang tahun.
Bagikan:

Komentar