Karhutla di Kelemantan Barat Masih Berlanjut, Vegetasi Padat Jadi Tantangan Utama | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Karhutla di Kelemantan Barat Masih Berlanjut, Vegetasi Padat Jadi Tantangan Utama

Rabu, 08 April 2026 | 15:31 WIB
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis
Bengkalis, riauantara.co | Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis, Riau, masih terus dilakukan. Kondisi bahan bakar yang cukup padat, terutama dari vegetasi akasia, menjadi kendala utama bagi tim yang berjibaku di lapangan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa proses pemadaman belum dapat dihentikan karena api berpotensi kembali menyala.

"Pelaksanaan pemadaman Karhutla di Desa Kelemantan Barat masih perlu dilanjutkan mengingat kondisi bahan bakaran yang padat, lokasi masih banyak akasia yang menjadi bahan bakar potensial. Besok pagi akan dilanjutkan kembali," ujarnya.

Saat ini, penanganan di lokasi tersebut melibatkan satu regu Manggala Agni dari Daops Siak yang terus berupaya mengendalikan sisa titik api.

Sementara itu, perkembangan di sejumlah titik lain menunjukkan hasil menggembirakan. Di Desa Palkun, hujan yang turun pada subuh hari membantu proses pemadaman, sehingga tim dari Daops Pekanbaru kini berfokus pada tahap pendinginan (mopping up) untuk memastikan api benar-benar padam.

Di Desa Sekodi, kebakaran bahkan telah dinyatakan padam setelah lima hari penanganan intensif. Status tersebut ditetapkan setelah dilakukan proses pendinginan dan evaluasi menyeluruh di lokasi.

Sedangkan di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, proses mopping up masih berlangsung. Tim dari Daops Siak tidak hanya memadamkan sisa api, tetapi juga berhasil melindungi sejumlah rumah warga yang sempat terancam, bahkan hingga melakukan pengamanan sampai malam hari atas permintaan masyarakat.

Selain upaya darat, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus digencarkan melalui dua kali penerbangan pada rute Dumai–Rohil dan Bengkalis–Kepulauan Meranti. Namun, upaya water bombing belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan.

Ferdian pun berharap dukungan semua pihak agar penanganan karhutla dapat segera diselesaikan.

"Demikian disampaikan, mohon dukungan doa selalu supaya segera dituntaskan," tutupnya.
Bagikan:

Komentar