Jakarta, riauantra.co - KETUA umum Relawan Jokowi for Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, atau ReJO for Pro Gibran Ir. Darmizal MS menanggapi video singkat pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani yang berbicara untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo Subianto.
Darmizal menegaskan bahwa ruang demokrasi Indonesia harus diisi oleh pandangan yang mencerdaskan publik, bukan spekulasi yang berpotensi memancing kegaduhan politik.
"Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Namun bagi kalangan intelektual, pendapat yang disampaikan ke publik seharusnya memberi pendidikan demokrasi yang sehat, objektif, dan berlandaskan hukum tata negara," ujar Darmizal, Minggu, 5 April 2026.
“Demokrasi Indonesia tidak boleh dibangun di atas asumsi liar dan provokasi. Konstitusi kita, UUD 1945, sudah sangat jelas mengatur mekanisme pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk apabila Presiden berhalangan tetap,” ujar Darmizal.
Darmizal menjelaskan, Pasal 6A UUD 1945 menegaskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat dalam satu pasangan. Sementara Pasal 8 ayat (1) UUD 1945 secara tegas menyebutkan bahwa apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat menjalankan kewajibannya, maka Wakil Presiden menggantikan sampai akhir masa jabatan.
"Karena itu, tidak tepat apabila ruang publik terus diisi oleh opini yang bernuansa provokatif dan dapat menimbulkan salah persepsi terhadap sistem ketatanegaraan," terangnya.
Pria asal Minang ini menyebutkan, sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila dan budaya luhur yang menghargai perbedaan, para tokoh terdidik semestinya memberi keteladanan dalam menjaga kualitas demokrasi, bukan memicu polemik yang kontraproduktif.
Darmizal juga mengajak masyarakat untuk menghormati mandat rakyat hasil pemilu serta memberi kesempatan penuh kepada pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka bekerja demi menghadirkan stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Saya menghimbau, seluruh rakyat Indonesia yang berbudaya dan mencintai bangsa. Mari kita jaga demokrasi yang sehat, kritis, beradab, konstitusional, dan berorientasi pada kemajuan bangsa, setidaknya berjuang demi kebaikan melalui do’a, karna diatas segala perjuangan pasti ada tangan Tuhan. Bangsa ini membutuhkan energi persatuan, bukan narasi yang memecah fokus pembangunan,” tutup Darmizal.
Sebelumnya, jagad media sosial dibuat gaduh dengan potongan video ceramah dari pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.
Dalam sebuah acara ia melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dalam video tersebut.
Mujani dalam video tersebut menyebitkan, bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan negara adalah menjatuhkan Presiden Prabowo.
“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ucap Mujani.**


Komentar