![]() |
| Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar operasi pasar murah di berbagai kabupaten dan kota. |
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, menegaskan bahwa pemerintah daerah secara konsisten berupaya memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
"Pemprov Riau terus berusaha menjaga ketersediaan bahan pokok agar masyarakat tidak mengalami kesulitan," ujarnya.
Menurut Tetty, kegiatan pasar murah ini tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi serta menstabilkan harga di pasaran.
"Melalui operasi pasar murah, kami ingin memastikan pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap stabil sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya," jelasnya.
Ia menambahkan, pada pekan terakhir April 2026, kegiatan pasar murah hanya dilaksanakan selama empat hari. Hal ini disebabkan tanggal 1 Mei bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.
"Pekan ini hanya empat hari pelaksanaan. Tadi pagi sudah dimulai di halaman Masjid Babusdalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru," ungkapnya.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan pada Selasa, 28 April di halaman Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai. Kemudian Rabu, 29 April digelar di Kantor Lurah Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. Sementara pada Kamis, 30 April, pasar murah akan hadir di halaman Kantor Desa Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja untuk datang sesuai jadwal dan tetap menjaga ketertiban saat mengantre.
"Pasar murah dimulai pukul 08.30 WIB. Kami harap masyarakat tertib dan membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik," tambah Tetty.
Dalam kegiatan ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau. Beras SPHP dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram. Sementara beras Anak Daro dan Sokan ukuran 10 kilogram dijual Rp165 ribu, serta kemasan 5 kilogram seharga Rp83 ribu.
Selain itu, gula dijual Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per kemasan, garam kristal Rp2.000 per 200 gram, garam nusantara Rp2.000 per 250 gram, serta tepung terigu Rp13 ribu per bungkus. Adapun harga komoditas seperti cabai, bawang, kentang, dan telur ayam menyesuaikan kondisi pasar dan harga dari petani.
Melalui program ini, Pemprov Riau berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus menekan potensi lonjakan harga di tengah kebutuhan yang terus meningkat.


Komentar