Pekanbaru Dorong Pembangunan Tanpa Bergantung APBD, Kolaborasi Swasta Jadi Andalan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pekanbaru Dorong Pembangunan Tanpa Bergantung APBD, Kolaborasi Swasta Jadi Andalan

Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB
Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho mulai menerapkan pendekatan baru dalam mempercepat pembangunan daerah
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho mulai menerapkan pendekatan baru dalam mempercepat pembangunan daerah. Kini, pembangunan infrastruktur tidak lagi sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan diperkuat melalui sinergi strategis bersama pihak swasta dan badan usaha.

Langkah ini diambil sebagai solusi di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus menjawab kebutuhan fasilitas publik yang terus meningkat. Agung menegaskan bahwa pola kerja sama yang dibangun bersifat sukarela, tanpa adanya tekanan maupun paksaan dari pemerintah.

"Kolaborasi ini terjalin tanpa ada unsur paksaan sedikit pun. Silakan dicek ke mana saja, karena paradigmanya saat ini sudah benar-benar berbeda. Kita ingin semua pihak merasa memiliki kota ini," tegas Agung.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan APBD difokuskan pada sektor prioritas lain yang lebih mendesak, seperti pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang bagi swasta untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan kota.

Di bawah kepemimpinan Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, keterlibatan sektor swasta mulai menunjukkan hasil positif. Partisipasi ini menjadi motor tambahan dalam mengejar pembangunan di sejumlah titik yang selama ini belum terjangkau anggaran pemerintah.

Agung juga menilai kepercayaan dari pelaku usaha menjadi faktor penting di balik keberhasilan ini. Keberhasilan pemerintah dalam mengelola program berbasis PAD dinilai mampu menciptakan keyakinan bahwa arah pembangunan Pekanbaru berjalan jelas dan stabil.

"Hari ini, masyarakat maupun badan usaha berlomba-lomba memberikan kontribusi tanpa ada unsur pemerasan untuk membangun daerah. Kami juga sangat menjaga integritas dengan tidak menerima uang tunai dari mereka. Kita mempersilakan mereka untuk membangun sendiri fasilitas tersebut sesuai dengan standar yang kita tentukan," jelasnya.

Dengan sistem tersebut, hasil pembangunan dapat langsung terlihat dan dirasakan masyarakat dalam bentuk fisik yang nyata. Sejumlah proyek pun telah terealisasi melalui kolaborasi ini, seperti pembangunan halte Trans Metro Pekanbaru di berbagai ruas jalan utama, penataan taman di Simpang Arifin Ahmad, pembangunan bundaran dan air mancur di depan Mal Pekanbaru, hingga revitalisasi taman di bawah Jembatan Leighton 1 yang kini menjadi ruang publik baru.

Agung menambahkan, komunikasi yang terbuka dan inklusif menjadi kunci keberhasilan kolaborasi ini. Bahkan, banyak pihak swasta yang kini secara aktif mengajukan diri untuk ikut serta membangun kota melalui proposal resmi.

"Kami mengutamakan komunikasi yang baik, dan justru mereka yang proaktif mengusulkan untuk berkontribusi dalam pembangunan kota," pungkasnya optimistis.
Bagikan:

Komentar