![]() |
| Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan meningkatkan pengawasan di lapangan menyusul maraknya aksi pencurian fasilitas umum (fasum) (foto ilustrasi) |
Pekanbaru, riauantara.co | Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan meningkatkan pengawasan di lapangan menyusul maraknya aksi pencurian fasilitas umum (fasum). Upaya ini dilakukan untuk mencegah kerugian lebih besar sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan di berbagai titik strategis di Kota Bertuah.
Kepala Dishub Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menegaskan bahwa pihaknya kini memperkuat koordinasi dengan kepolisian guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang menyasar infrastruktur jalan.
"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Sinergi dengan aparat kepolisian sangat penting untuk menekan aksi pencurian yang merugikan negara," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pola pencurian kini semakin berkembang. Jika sebelumnya pelaku hanya mengincar kabel lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), kini mereka juga menyasar komponen penting lainnya seperti panel kontrol hingga KWh meter yang menjadi bagian vital sistem penerangan.
"Modus mereka semakin berani. Bukan hanya kabel, tapi juga panel dan perangkat penting lainnya ikut dicuri. Ini jelas berdampak pada keselamatan pengguna jalan, terutama di malam hari," jelasnya.
Tak hanya itu, aksi pencurian juga merambah ke sistem Area Traffic Control System (ATCS). Salah satu kasus terjadi di simpang Jalan Bukit Barisan, di mana KWh meter lampu lalu lintas hilang dan menyebabkan lampu padam total, sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Menanggapi kondisi tersebut, Dishub langsung bergerak cepat dengan menggandeng pihak PLN untuk melakukan perbaikan. Hasilnya, sistem lampu lalu lintas di lokasi tersebut kini telah kembali berfungsi normal.
Masykur menegaskan, setiap aksi pencurian fasum tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak luas terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
"Kalau fasilitas ini hilang, yang paling dirugikan adalah masyarakat sebagai pengguna jalan," tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas umum dengan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar PJU atau perangkat lalu lintas.
"Kami berharap masyarakat memiliki rasa peduli dan ikut menjaga aset daerah demi kepentingan bersama," tutupnya.


Komentar