Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Angger Raditya Nanda di Pantai Parangtritis | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Angger Raditya Nanda di Pantai Parangtritis

Selasa, 21 April 2026 | 14:54 WIB

 


Yogyakarta,  riauantara.co - JASAD Angger Raditya Nanda Pradana (16), warga Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY akhirnya ditemukan tim SAR gabungan di pantai Parangtritis Senin sore.


Setelah melakukan pencarian selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di kawasan pantai Parangtritis. 


Korban bernama Angger Raditya Nanda Pradana tersebut hilang sejak Minggu 19 April sekitar pukul 17.30 WIB. Korban dilaporkan hilang oleh SAR Parangtritis setelah terseret ombak saat sedang berlatih surfing di pantai Parangtritis.


Pipit Eriyanto Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta mengatakan, pada pencarian hari ini tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah unsur untuk memperluas area pencarian.


"Penyisiran dilakukan oleh SRU darat dari lokasi kejadian ke arah Parangendog dan Parangkusumo, serta di sekitar titik lokasi kejadian perkara (LKP). Sementara itu, SRU laut melakukan pencarian menggunakan jetski, dan SRU udara memantau dari udara menggunakan drone hingga radius 500 meter," kata Pipit kepada wartawan Senin 20 April 2026.


Menurut Pipit, upaya pencarian korban akhirnya membuahkan hasil. Pada sekitar pukul 16.35 WIB, korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.


“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi dalam kondisi meninggal dunia, pada jarak kurang lebih 3 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.


Ia menambahkan, seluruh proses pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dengan koordinasi yang intensif di lapangan.


“Operasi SAR melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Sinergi seluruh potensi SAR menjadi kunci dalam percepatan proses pencarian hingga korban dapat ditemukan,” jelasnya.


Selain itu, pihaknya beserta SAR Parangtritis juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai selatan.


"Kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi rambu-rambu yang ada, serta tidak berenang di area berbahaya. Pantai selatan memiliki karakteristik ombak besar dan arus kuat yang dapat membahayakan,” tegasnya.


Pipit menambahkan, lokasi penemuan korban berada di sekitar kawasan pesisir timur Bantul, tidak jauh dari wilayah pantai Parangtritis.


Diketahui, Angger Raditya Nanda Pradana (16) terseret ombak saat sedang berlatih surfing di Pantai Parangtritis, Minggu (19/04/2026). 


Peristiwa tersebut terjadi saat korban dan dan satu temannya berinisial AHS datang ke pantai Parangtritis untuk bertemu pelatih surfing sekitar pukul 16.00 WIB.


Setibanya disana, korban meminta pelatih surfing yang kebetulan temanya untuk diajari bermain. Namun permintaan itu ditolak karena sang pelatih sudah ada janji melatih orang lain.


Tak disangka korban kemudian meminjam papan surfing milik rekannya itu dan digunakan bermain bersama AHS.


Tanpa sepengetahuan pelatih dan dilengkapi peralatan yang sesuai SOP korban dan AHS bermain surfing di area ripcurent, sehingga kedua remaja tersebut akhirnya tergulung ombak.


AHS berhasil diselamatkan petugas, namun naas korban ditemukan tak bernyawa pada Senin sore oleh tim SAR gabungan.**

Bagikan:

Komentar