Komisi II DPRD Pekanbaru Panggil Pertamina Usai Antrean Panjang BBM Resahkan Warga | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Komisi II DPRD Pekanbaru Panggil Pertamina Usai Antrean Panjang BBM Resahkan Warga

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:27 WIB
Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil pihak Pertamina Patra Niaga dalam rapat dengar pendapat yang digelar Kamis (7/5/2026)
Pekanbaru, riauantara.co | Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil pihak Pertamina Patra Niaga dalam rapat dengar pendapat yang digelar Kamis (7/5/2026), menyusul terjadinya kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru beberapa hari terakhir.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin bersama jajaran anggota komisi lainnya. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Yulianis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga.

Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memadati sejumlah SPBU hingga meluber ke badan jalan. Kondisi itu membuat masyarakat harus menunggu lama demi mendapatkan BBM.

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin mengatakan, pemanggilan Pertamina dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kelangkaan dan antrean panjang BBM di Pekanbaru.

“Kami ingin mengetahui secara langsung apa penyebab kelangkaan BBM yang terjadi sejak 18 April lalu. Hampir seluruh SPBU mengalami antrean panjang hingga masyarakat harus menunggu berjam-jam,” ujar Zainal usai rapat.

Dari hasil pembahasan, terdapat sejumlah faktor yang memicu lonjakan antrean di SPBU. Salah satunya isu kenaikan harga BBM yang beredar luas di tengah masyarakat dan memicu aksi panic buying.

Menurut Zainal, banyak masyarakat beramai-ramai mengisi BBM karena khawatir harga bahan bakar akan mengalami kenaikan.

Selain itu, terjadi peningkatan konsumsi Pertalite akibat adanya peralihan penggunaan BBM dari Pertamax Turbo ke Pertalite. Kondisi tersebut membuat permintaan Pertalite melonjak drastis.

Faktor lain yang turut memengaruhi yakni meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur panjang. Banyak kendaraan dari luar daerah masuk ke Pekanbaru sehingga konsumsi BBM meningkat tajam.

“Memang ada peningkatan konsumsi ditambah stok yang sempat kurang. Saat libur panjang, kendaraan dari luar daerah juga banyak masuk ke Pekanbaru,” jelasnya.

Komisi II DPRD Pekanbaru meminta Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami meminta Pertamina menyiapkan solusi konkret. Tadi disampaikan juga ada penambahan kuota BBM sekitar 20 persen per hari,” tegas Zainal.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau, Hary Prasetyo, memastikan pihaknya akan mengevaluasi sistem distribusi BBM, khususnya di wilayah Pekanbaru dan Riau secara umum.

“Ada beberapa evaluasi yang akan kami lakukan, termasuk penguatan distribusi agar penyaluran BBM berjalan lebih lancar,” kata Hary.

Ia menambahkan, Pertamina juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengajuan tambahan kuota BBM karena kewenangan pengusulan kuota berada di pemerintah daerah.

Terkait penyebab kelangkaan BBM, Hary menegaskan kondisi tersebut dipicu isu tidak benar atau hoaks mengenai kenaikan harga BBM subsidi menjelang 1 Mei.

Menurutnya, isu tersebut muncul bersamaan dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sehingga memicu kepanikan masyarakat.

“Banyak masyarakat yang sebenarnya tangki kendaraannya masih penuh tetap ikut antre karena takut harga BBM subsidi ikut naik,” ungkapnya.

Panic buying disebut terjadi sejak 30 April hingga 2 Mei 2026 dan sempat menjadi perhatian aparat penegak hukum di Polda Riau.

Pertamina memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan konsumsi BBM pada momen libur panjang dan Iduladha mendatang agar distribusi tetap berjalan lancar tanpa kendala.
Bagikan:

Komentar