Jakarta, riauantara.co — Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (LPM RI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan nasional melalui pengukuhan dan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPM RI periode 2025–2030.
Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyelenggaraan LPM Award 2026 yang menjadi bagian dari konsolidasi nasional organisasi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Mengusung tema “Dukungan terhadap Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Menuju Indonesia Maju”, kegiatan yang berlangsung di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026), menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi LPM di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua Umum LPM RI, Dr. KRA T. Rusli Ahmad, S.E., M.M., menegaskan bahwa LPM memiliki posisi penting sebagai mitra masyarakat sekaligus salah satu ujung tombak pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Rusli Ahmad, seluruh jajaran LPM mulai dari tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota hingga provinsi harus mampu bergerak secara bersama-sama dalam menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat.
“Saya selaku Wakil Ketua Umum LPM RI berharap seluruh LPM di tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia agar bergerak serentak mewujudkan Indonesia Maju untuk menghadapi tantangan yang akan datang,” tegas Rusli Ahmad dalam siaran persnya.
Ia menilai, penguatan kelembagaan LPM harus dibarengi dengan program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, LPM diharapkan tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga aktif menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan di tengah masyarakat.
Rusli Ahmad juga menyampaikan bahwa LPM RI berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.
Sejumlah program pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
“Program Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, baik program strategis jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, harus kita dukung penuh untuk terciptanya program pemberdayaan masyarakat, seperti Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan), program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan lainnya,” ujar Rusli.
Ia menambahkan, keberhasilan program pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan masyarakat dari tingkat paling bawah. Dalam konteks tersebut, LPM memiliki ruang strategis untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan berbagai program pembangunan pemerintah.
Selain memperkuat dukungan terhadap program nasional, Rusli Ahmad menekankan pentingnya peningkatan aktivitas LPM di tengah masyarakat
LPM diharapkan mampu menyusun dan menjalankan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, sekaligus mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“LPM harus aktif di tengah masyarakat dan menghadirkan program nyata. Kita harus meningkatkan kearifan lokal serta mendukung program strategis nasional maupun program yang lahir dari kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.
Rusli berharap momentum pengukuhan DPP LPM RI periode 2025–2030 dapat menjadi titik awal penguatan organisasi secara menyeluruh. Seluruh jajaran LPM di Indonesia didorong untuk membangun koordinasi, memperkuat kapasitas kelembagaan dan menghasilkan program pemberdayaan yang terukur.
Dengan semangat tersebut, LPM RI menargetkan organisasi semakin responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan sekaligus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera dan berdaya.
LPM RI pun menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat dari desa dan kelurahan sebagai bagian penting dari fondasi menuju Indonesia Maju.**



Komentar