Deklarasi Barisan Gajah Nasional Indonesia, Gerakan Moral Selamatkan Hutan Nusantara Dimulai dari Riau | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Deklarasi Barisan Gajah Nasional Indonesia, Gerakan Moral Selamatkan Hutan Nusantara Dimulai dari Riau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:37 WIB

 

Pekanbaru, riauantara.co  – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat menjaga kelestarian lingkungan menggema dari Kota Pekanbaru. Bertempat di Cafe Aren'ta Domas, Rabu (12/8), sejumlah tokoh masyarakat mendeklarasikan Barisan Gajah Nasional (BGN) Indonesia, sebuah gerakan moral yang mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dalam upaya menyelamatkan hutan dan alam Indonesia.

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BGN Indonesia, Roy Manulang, didampingi para pembina, yakni Herbet Ginting dan Hermanto Romora. Kegiatan itu juga dihadiri Owner Cafe Aren'ta Domas, Patar Sitanggang, yang turut menunjukkan komitmennya melalui aksi simbolis penanaman pohon bersama para peserta.

Dalam sambutannya, Roy Manulang menegaskan bahwa lahirnya BGN Indonesia berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi hutan Indonesia yang terus mengalami kerusakan akibat berbagai aktivitas yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, pelestarian alam tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar upaya menjaga hutan menjadi gerakan bersama.

"Hari ini kami mendeklarasikan Barisan Gajah Nasional Indonesia. Kami mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari lembaga keagamaan, organisasi kepemudaan, paguyuban, komunitas, hingga para pelaku usaha untuk bersama-sama menanam pohon. Sudah saatnya kita tidak hanya mengkritik pemerintah, tetapi juga mengambil bagian dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan," ujar Roy.

Ia menjelaskan, BGN Indonesia tidak hanya berfokus pada kegiatan penghijauan, tetapi juga berkomitmen mengawal berbagai persoalan yang berpotensi mengancam keberlangsungan ekosistem hutan dan lingkungan hidup di Indonesia.

Senada dengan itu, Pembina BGN Indonesia, Herbet Ginting, menilai bahwa berbagai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri dalam menjaga kawasan hutan patut diapresiasi. Namun demikian, tingginya angka kerusakan hutan menunjukkan bahwa persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat secara lebih luas.

Momentum menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, menurutnya, menjadi saat yang tepat untuk membangun kesadaran kolektif melalui gerakan sederhana namun berdampak besar.

"Mari kita bergandengan tangan bersama pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat untuk menghijaukan kembali alam Indonesia. Kami ingin membangun gerakan sederhana yang dapat dilakukan semua orang, yaitu satu jiwa menanam satu pohon," katanya.

Sementara itu, Pembina BGN Indonesia lainnya, Hermanto Romora, mengapresiasi dukungan yang diberikan pelaku usaha lokal terhadap deklarasi tersebut. Ia menilai langkah yang dimulai di Cafe Aren'ta Domas dapat menjadi inspirasi bagi dunia usaha untuk ikut berkontribusi dalam pemulihan lingkungan.

Menurut Hermanto, BGN Indonesia juga akan mendorong perusahaan-perusahaan yang aktivitas usahanya berkaitan langsung dengan pemanfaatan kawasan hutan agar turut mengambil tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan alam melalui program penghijauan dan rehabilitasi lingkungan.

"Ke depan kami ingin merangkul para pelaku usaha, termasuk korporasi besar yang memanfaatkan kawasan hutan, agar bersama-sama bertanggung jawab memulihkan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut, BGN Indonesia akan melakukan audiensi ke berbagai instansi, di antaranya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), aparat penegak hukum, serta jajaran TNI dan Polri. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam menyikapi maraknya alih fungsi kawasan hutan lindung, kerusakan hutan, hingga meningkatnya ancaman bencana ekologis, khususnya di Provinsi Riau dan wilayah Sumatera.

Melalui deklarasi ini, BGN Indonesia berharap mampu membangun gerakan nasional berbasis partisipasi masyarakat yang menjadikan pelestarian hutan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, organisasi tersebut optimistis upaya menjaga kelestarian alam Indonesia dapat dilakukan secara berkelanjutan demi masa depan bangsa.**

Bagikan:

Komentar