BANTUL, ( RIAUANTARA.CO ) – Kekeringan akibat kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi tersebut mendorong Polres Bantul turun langsung membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 25 ribu liter air bersih atau lima tangki disalurkan Polres Bantul kepada masyarakat di Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Kamis (24/9/2026).
Bantuan air bersih tersebut disalurkan di dua titik. Sebanyak 15 ribu liter diberikan kepada warga Dusun Pancuran RT 01 dan RT 03, sedangkan 10 ribu liter lainnya disalurkan kepada warga Dusun Pancuran RT 05.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 167 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pasokan air juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air bersih di SD 2 Terong.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto kepada perwakilan masyarakat di Dusun Pancuran.
Langkah tersebut menjadi bentuk respons kepolisian terhadap kondisi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat minimnya curah hujan dalam periode kemarau yang berlangsung panjang.
Dukuh Pancuran, Sugiyadi, mengapresiasi kepedulian Polres Bantul yang turun langsung membantu masyarakat.
Menurutnya, lima tangki air yang disalurkan sangat berarti bagi warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Bantul yang telah membantu warga kami sebanyak lima tangki untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sekali lagi terima kasih untuk Polres Bantul. Polri untuk masyarakat," ujar Sugiyadi.
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau berkepanjangan.
"Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Polres Bantul kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya masyarakat yang terdampak kekeringan," kata Bayu.
Bayu menjelaskan, air bersih yang disalurkan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci hingga keperluan sanitasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah sumber air dan sumur warga mulai mengalami penurunan debit, bahkan mengering, seiring minimnya hujan.
Sebelumnya, berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam rilis tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami hari tanpa hujan (HTH) secara berurutan selama lebih dari 60 hari. Kabupaten Bantul termasuk wilayah yang mengalami kondisi hari tanpa hujan ekstrem sehingga berpotensi menghadapi kekeringan.
"Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi yang membutuhkan bantuan. Semoga air bersih yang kami salurkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Bayu.
Penyaluran air bersih ini sekaligus menunjukkan peran kepolisian dalam merespons dampak kemarau yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.** (BIP/RED )
EDITOR : DH




Komentar