MAN 1 Pekanbaru Kembali Tembus Olimpiade Sains Internasional, Khalil Berlaga di Vietnam | riauantara.co
|
Menu Close Menu

MAN 1 Pekanbaru Kembali Tembus Olimpiade Sains Internasional, Khalil Berlaga di Vietnam

Rabu, 30 September 2026 | 17:16 WIB

 


PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – MAN 1 Pekanbaru kembali menorehkan langkah di panggung sains internasional. Setelah sebelumnya meraih prestasi melalui kompetisi Geografi di Istanbul, Turki, madrasah tersebut kini kembali mengirimkan delegasi untuk berkompetisi di level dunia.


Kali ini, Khalil Azyumardi Abnel, murid MAN 1 Pekanbaru, dipercaya mewakili madrasah dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 di Hanoi, Vietnam, yang berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.


Keikutsertaan Khalil menjadi bagian dari konsistensi MAN 1 Pekanbaru dalam membangun budaya prestasi dan memperkuat pembinaan sains bagi para murid. Sebelumnya, Rafif Adinata Ramadhan berhasil membawa pulang medali emas internasional bidang Geografi dalam kompetisi di Istanbul, Turki.


Dua prestasi tersebut menunjukkan upaya madrasah membuka ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menguji kompetensinya di tengah talenta-talenta muda dari berbagai negara.


Koordinator Program Olimpiade MAN 1 Pekanbaru, Afriana Yori, mengatakan keikutsertaan Khalil di ajang internasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.


“Kami tidak hanya mempersiapkan murid untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga membangun mental kompetitif, ketekunan, kemampuan berpikir, dan keberanian mereka menghadapi tantangan di level internasional. Setiap tahapan kompetisi adalah bagian dari proses belajar,” ujar Afriana.


Menurut Afriana, kompetisi internasional membutuhkan persiapan dan komitmen yang panjang. Karena itu, pengalaman Khalil di IOAA diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengukir prestasi, tetapi juga memperkaya wawasan dan pengalaman akademiknya.


Dalam kompetisi tersebut, Khalil akan menghadapi bidang Astronomi dan Astrofisika, yang menuntut ketelitian, kemampuan analisis, penguasaan konsep, serta ketangguhan dalam memecahkan persoalan sains.


Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, turut memberikan apresiasi atas pencapaian Khalil hingga mampu mencapai kompetisi tingkat internasional.


“Prestasi bukan hanya tentang hasil akhir. Yang lebih penting adalah proses, keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, dan kemauan untuk terus belajar,” kata Norerlinda.


Ia berharap pengalaman Khalil di Hanoi dapat menjadi bekal berharga sekaligus memotivasi murid MAN 1 Pekanbaru lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan mengejar prestasi di tingkat nasional maupun internasional.


Setelah nama MAN 1 Pekanbaru dikibarkan melalui prestasi Rafif di bidang Geografi di Istanbul, kini Khalil melanjutkan perjalanan tersebut melalui bidang Astronomi di Hanoi.


Bagi MAN 1 Pekanbaru, keikutsertaan di ajang internasional bukan sekadar perjalanan menuju kompetisi. Langkah itu menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang berani bersaing, berpikir kritis, dan membawa nama madrasah ke panggung dunia.**


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar