Pekanbaru Targetkan Zero Anak Putus Sekolah, Agung Nugroho Raih Apresiasi KompasTV | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pekanbaru Targetkan Zero Anak Putus Sekolah, Agung Nugroho Raih Apresiasi KompasTV

Kamis, 10 September 2026 | 15:15 WIB
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak peringatan HUT ke-15 KompasTV yang berlangsung di Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam

Pekanbaru, riauantara.co | Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan fasilitas sekolah mendapat apresiasi nasional.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meraih penghargaan KompasTV kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak peringatan HUT ke-15 KompasTV yang berlangsung di Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.

Penghargaan untuk Wali Kota Agung Nugroho diterima oleh Asisten II Setdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Dalam kesempatan tersebut, Ingot hadir bersama Kepala Diskominfotiksan Kota Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra dan Sekretaris Diskominfotiksan Kota Pekanbaru Tengku Aznom Zaifani.

Ingot menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan kepada Pemko Pekanbaru. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk semakin serius memastikan seluruh anak mendapatkan hak yang sama dalam mengakses pendidikan.

"Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen membangun sumber daya manusia dengan mempermudah akses pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah," ujar Ingot usai menerima penghargaan.

Salah satu program yang dijalankan Pemko Pekanbaru adalah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang tidak bersekolah maupun mereka yang sempat mengalami putus sekolah.

Data tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan agar anak-anak tersebut dapat kembali mengenyam pendidikan dan memperoleh layanan pendidikan yang layak.

"Anak-anak tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Kita sekolahkan kembali mereka. Pemko juga memberikan seragam sekolah gratis kepada siswa SD dan SMP untuk membantu meringankan beban orang tua," jelas Ingot.

Upaya memperluas akses pendidikan juga menyasar persoalan ijazah siswa dari keluarga kurang mampu yang masih tertahan karena adanya tunggakan biaya pendidikan.

Pemko Pekanbaru, kata Ingot, siap memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut, termasuk membantu proses penebusan ijazah di sekolah swasta maupun pondok pesantren.

Langkah itu dilakukan agar para siswa dapat segera memperoleh ijazah yang menjadi hak mereka, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun sebagai persyaratan mencari pekerjaan.

Pemko Pekanbaru juga memperluas mekanisme penjaringan anak tidak sekolah hingga tingkat kelurahan.

Dalam proses tersebut, pemerintah melibatkan kader PKK dan perangkat wilayah untuk menemukan anak-anak yang membutuhkan intervensi pemerintah agar dapat kembali bersekolah.

Sementara itu, masyarakat yang menghadapi persoalan terkait ijazah dapat menyampaikan laporan melalui pihak kecamatan untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Program tersebut sejalan dengan target Pemko Pekanbaru untuk mewujudkan zero anak putus sekolah.

Tidak hanya persoalan akses, Pemko Pekanbaru juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap melalui dukungan APBD serta sinergi dengan program pemerintah pusat.

Penghargaan KompasTV tersebut diharapkan menjadi tambahan energi bagi Pemko Pekanbaru untuk melanjutkan berbagai program di bidang pendidikan.

Pemerintah kota menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang mudah dijangkau, layak, dan berkualitas sehingga setiap anak di Kota Pekanbaru memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

(kom/tr)
Bagikan:

Komentar