PEKANBARU — Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan peserta didik. Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, pemerintah daerah didorong mengambil langkah lebih tegas untuk melindungi anak-anak sekolah.
Rahmat Handayani meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera mempertimbangkan kebijakan meliburkan sementara kegiatan belajar tatap muka atau mengalihkan proses pembelajaran menjadi daring apabila kondisi udara belum memungkinkan bagi peserta didik untuk beraktivitas secara aman.
"Saya meminta Pemerintah Kota Pekanbaru segera mengambil kebijakan untuk meliburkan anak sekolah atau menerapkan pembelajaran daring," kata Rahmat Handayani kepada media, Senin (14/9/2026).
Menurut Rahmat, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah kondisi kabut asap. Ia menilai langkah antisipatif diperlukan agar anak-anak tidak terus-menerus terpapar udara yang tidak sehat saat menjalani aktivitas di sekolah.
Desakan tersebut disampaikan di tengah kembali memburuknya kualitas udara Pekanbaru. Sejumlah laporan pada Senin (14/9/2026) menyebutkan kondisi udara berada pada kategori tidak sehat. Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri telah mengambil langkah pembatasan kegiatan belajar mengajar dengan memangkas waktu pembelajaran tatap muka hingga pukul 12.00 WIB.
Rahmat berharap kondisi kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, anak-anak seharusnya dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman tanpa harus menghadapi risiko kesehatan akibat kualitas udara yang buruk.
"Kita berharap kabut asap ini segera berlalu sehingga anak-anak sekolah bisa kembali beraktivitas dan belajar seperti biasa dengan kondisi udara yang lebih baik," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian serta langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam merespons kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap dunia pendidikan.
Rahmat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi Riau yang telah mengambil kebijakan terkait aktivitas peserta didik di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya kondusif.
Ia berharap setiap kebijakan yang diambil ke depan tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai prioritas utama, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara di Pekanbaru.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi Riau atas kebijakan yang telah dilakukan untuk melindungi anak-anak didik. Mudah-mudahan kondisi ini segera membaik," tutup Rahmat.**(Dh/red)


Komentar