PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) — Perjalanan Siti Rohani membangun usaha kerajinan anyaman lidi menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan akhir dari sebuah perjuangan. Berawal sebagai buruh angkut buah sawit bersama suaminya, Siti kini mampu mengembangkan Difa Kreasi, UMKM binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai yang produknya telah menembus pasar Medan dan Jambi.
Difa Kreasi menjadi salah satu UMKM yang mendapat pembinaan Pertamina Patra Niaga sejak 2020. Pengembangan usaha tersebut dilakukan melalui pendampingan, pelatihan, hingga perluasan akses pasar yang membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Kisah Siti bermula ketika dirinya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan menganyam lidi yang digelar penyuluh lapangan Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Keterampilan tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Perlahan, usaha yang dirintis Siti berkembang. Dukungan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai turut diberikan melalui berbagai program pengembangan UMKM, mulai dari pelatihan manajemen keuangan, pemasaran, pemanfaatan media sosial, hingga Pertamina UMK Academy.
“Dulu, saya dan suami bekerja sebagai kuli angkut buah sawit. Pekerjaan itu sangat mengandalkan tenaga. Karena kami buruh harian lepas, kalau ada pekerjaan kami bekerja, kalau tidak ada pekerjaan berarti tidak ada penghasilan,” kenang Siti.
Dari kondisi tersebut, Siti kemudian berupaya mencari peluang lain dengan mengembangkan keterampilan menganyam lidi. Pilihan itu menjadi titik penting dalam perjalanan Difa Kreasi hingga mampu bertahan dan memperluas pasar.
Kini, produk Difa Kreasi tidak lagi hanya dikenal di Dumai. Usahanya telah menjangkau konsumen di sejumlah daerah, termasuk Medan dan Jambi.
Kesempatan memperluas jaringan tersebut salah satunya hadir melalui Pertamina SMEXPO 2026 yang digelar pada 25–27 September 2026 di Living World Pekanbaru. Ajang tersebut menjadi ruang bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka akses pasar dan jejaring bisnis yang lebih luas.
Bagi Siti, keikutsertaan dalam Pertamina SMEXPO memiliki makna lebih dari sekadar memasarkan produk. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus menginspirasi perempuan lain agar berani mengembangkan potensi dan membangun kemandirian ekonomi.
“Bagi saya, Pertamina SMEXPO bukan sekadar pameran. Ini adalah bukti bahwa kehidupan bisa berubah ketika kita mau mencoba, belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah,” ujar Siti.
Pertamina Perkuat Ekosistem UMKM
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengembangan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Menurut Kitty, pendampingan yang berkelanjutan dan pembukaan akses pasar menjadi aspek penting agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang secara lebih luas.
“Setiap UMKM memiliki cerita dan potensi untuk berkembang. Kisah Difa Kreasi menunjukkan bahwa kesempatan, kemauan untuk belajar, dan kerja keras dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha,” ujar Kitty, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ia menambahkan, Pertamina SMEXPO menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan UMKM binaan dengan peluang pasar yang lebih luas.
“Melalui Pertamina SMEXPO, kami terus membuka akses bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan membangun jejaring,” katanya.
Kisah Difa Kreasi memperlihatkan bagaimana proses pembinaan, peningkatan keterampilan, dan keberanian mengambil peluang dapat membawa perubahan bagi pelaku UMKM. Dari pekerjaan yang bergantung pada upah harian, Siti kini mampu membangun usaha kerajinan yang menjangkau pasar lintas daerah.
Bagi pelaku UMKM seperti Siti, perjalanan tersebut bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang membangun kemandirian dan membuka peluang ekonomi baru dari keterampilan yang dimiliki.** ( BIP/RED )
EDITOR : DH




Komentar