PADANG, ( RIAUANTARA.CO ) – Potensi lokal di Sumatera Barat terus didorong menjadi kekuatan ekonomi sekaligus solusi bagi kelestarian lingkungan. Melalui Program Cadiak Pandai di Kabupaten Padang Pariaman dan ONDE MANDE di Kota Padang, PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sekitar warga.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan keberlanjutan akan semakin kuat ketika masyarakat diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.
“Melalui Program Cadiak Pandai dan ONDE MANDE, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Kitty, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, kedua program tersebut mencakup sejumlah agenda pemberdayaan, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan perempuan hingga pelestarian lingkungan serta aksi menghadapi perubahan iklim.
Perempuan Padang Pariaman Olah Limbah Jadi Bernilai Ekonomi
Di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Program Cadiak Pandai menjadi wadah pemberdayaan perempuan melalui kelompok UKASEMA (Usaha Kompos Sejahtera Bersama).
Sejak 2023, kelompok tersebut aktif mengembangkan pertanian organik sekaligus mengolah limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Salah satunya melalui pemanfaatan limbah jerami menjadi pupuk kompos dan parfum jerami.
Tak hanya produksi, para anggota UKASEMA juga terlibat dalam edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar.
Pendampingan serta pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan turut meningkatkan pemanfaatan limbah di wilayah tersebut. Setiap tahun, program ini mampu mengolah sekitar 42 ton limbah jerami dan 6 ton limbah kotoran ternak.
Dari sisi ekonomi, aktivitas tersebut juga memberikan tambahan pendapatan bagi anggota UKASEMA dengan kisaran Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.
Local Hero Program Cadiak Pandai, Siti Aniar, mengatakan pendampingan tersebut membuka pemahaman baru bagi masyarakat mengenai potensi limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
“Melalui Program Cadiak Pandai, kami belajar bahwa limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha bersama,” kata Siti.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi anggota kelompok.
Dukungan terhadap program pemberdayaan itu juga datang dari pemerintahan nagari. Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, mengatakan pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kapasitas dan perekonomian masyarakat.
“Bagi kami, Program Cadiak Pandai menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Mulyadi.
Dia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat program menjangkau lebih banyak masyarakat di tingkat nagari.
ONDE MANDE Padukan Hutan, Energi Terbarukan dan Wisata
Sementara itu, pendekatan berbeda dikembangkan Pertamina Patra Niaga melalui Program ONDE MANDE (Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development) di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang.
Program ini mengoptimalkan potensi hutan dan sumber daya air dengan menggabungkan pengelolaan lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata alam.
Salah satu implementasinya adalah pembangunan dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk mendukung penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam.
Pemanfaatan energi terbarukan tersebut turut mendukung aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang datang ke kawasan wisata alam tersebut.
Tak berhenti pada infrastruktur energi, ONDE MANDE juga mendorong masyarakat mengembangkan usaha berbasis potensi alam. Salah satunya melalui optimalisasi hutan produktif dan budidaya madu galo-galo yang dilakukan dengan prinsip keberlanjutan.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan sumber daya air. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana.
Kitty menegaskan Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan.
“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat agar setiap inisiatif yang dibangun dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi lingkungan saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” pungkas Kitty.** ( BIP/RED )
EDITOR : DH



Komentar