Pertamina Patra Niaga Genjot Distribusi BBM, Ratusan Mobil Tangki Dikerahkan di Sejumlah Wilayah | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pertamina Patra Niaga Genjot Distribusi BBM, Ratusan Mobil Tangki Dikerahkan di Sejumlah Wilayah

Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:17 WIB

 


JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah Indonesia guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Sejumlah langkah strategis dilakukan, mulai dari penambahan armada mobil tangki, optimalisasi operasional terminal BBM, hingga peningkatan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).


Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penyaluran BBM sekaligus menjaga kelancaran pelayanan di tengah beragam tantangan distribusi di daerah. Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan pasokan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.


Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pemantauan stok dan distribusi BBM terus dilakukan secara berkala. Pengiriman juga diprioritaskan ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan agar pelayanan kepada konsumen tetap berjalan optimal.


“Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Kitty, Rabu (28/10/2026).


Antrean BBM di Sejumlah Wilayah Mulai Terkendali

Berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (27/10/2026), kondisi antrean BBM di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan kembali terkendali. Sementara itu, antrean di Lampung dan Gorontalo menunjukkan tren penurunan.


Meski kondisi di sejumlah daerah mulai membaik, Pertamina Patra Niaga tetap mengintensifkan pemantauan dan penanganan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan BBM secara optimal.

Perusahaan juga terus mengevaluasi kebutuhan pasokan setiap wilayah agar distribusi dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.


Armada Mobil Tangki Ditambah, Terminal Beroperasi 24 Jam

Penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan armada mobil tangki dan optimalisasi operasional terminal BBM. Langkah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah yang menghadapi tantangan distribusi berbeda.


Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 unit mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas angkut total 1.184 kiloliter (KL). Sejumlah terminal BBM juga dioperasikan selama 24 jam, disertai optimalisasi pelayanan pada 17 SPBU yang beroperasi sepanjang hari.


Sementara itu, di Sulawesi Utara, perusahaan menambah 11 unit mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 200 KL. Operasional Integrated Terminal (IT) Bitung turut diperpanjang menjadi 24 jam untuk mendukung percepatan penyaluran BBM.


Penguatan serupa dilakukan di Lampung melalui penambahan 20 unit mobil tangki dengan kapasitas total 320 KL. Selain itu, pasokan dari Integrated Terminal Palembang sebesar 120 KL dialihkan untuk membantu memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut.


Penambahan armada dan pengaturan pasokan ini menjadi bagian dari langkah operasional Pertamina Patra Niaga dalam mempercepat distribusi, terutama ke SPBU yang membutuhkan tambahan stok.


Distribusi Dipantau hingga BBM Tiba di SPBU

Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman BBM ke SPBU yang menjadi perhatian. Perusahaan juga menyiapkan pengalihan pasokan dari terminal penyangga apabila diperlukan serta menyesuaikan jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah.


Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk hingga proses penerimaan dan pembongkaran BBM di SPBU. Dengan mekanisme tersebut, perusahaan berupaya memastikan penyaluran berlangsung sesuai rencana dan kendala distribusi dapat segera ditangani.


Kitty menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan distribusi yang berbeda. Faktor peningkatan permintaan, jarak tempuh, kondisi medan, hingga kendala akses kapal menuju terminal tertentu menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.


“Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” kata Kitty.


Selain memperkuat pasokan, perusahaan mengoptimalkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU. Koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum juga dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran dan memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.


Masyarakat Diimbau Membeli BBM Sesuai Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Imbauan tersebut penting untuk membantu menjaga kelancaran pelayanan di SPBU serta memastikan distribusi dapat menjangkau masyarakat secara merata.


Perusahaan menegaskan pemantauan terhadap kondisi pasokan dan operasional SPBU akan terus dilakukan. Langkah penanganan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan, termasuk melalui optimalisasi armada, pengaturan distribusi, dan koordinasi lintas pihak.


Melalui berbagai upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kelancaran distribusi BBM dan memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan di tengah tantangan operasional yang berbeda di setiap wilayah.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar