Keterangan foto: Direktur Operasi PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Yudi Wibisono.
BALI, ( RIAUANTARA.CO ) — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan operasional kapal melalui peluncuran Bunker Operation System (BOS) 3.0 dan Transportir Fuel Management and Reporting System (TRANSPORMERS).
Kedua aplikasi tersebut dirancang untuk memperkuat monitoring, pengelolaan, serta pelaporan bunker bagi armada kapal operasi PTK secara lebih terintegrasi, akurat, dan efisien.
Peluncuran ditandai secara simbolis oleh Direktur Operasi PTK Yudi Wibisono bersama jajaran Perwira Direktorat Operasi dan Fungsi ICT PTK di Bali, Kamis (17/9/2026).
Yudi mengatakan, penerapan kedua sistem digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan PTK sekaligus mendukung efisiensi operasional kapal.
“Dua aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan layanan PTK kepada pelanggan kapal-kapal PTK. Implementasi BOS 3.0 menghadirkan informasi konsumsi bunker yang lebih akurat, sedangkan TRANSPORMERS mempermudah monitoring data bunker sehingga operasional bunker dapat berjalan lebih tepat dan efisien,” ujar Yudi.
BOS 3.0 Tingkatkan Akurasi Monitoring Konsumsi Bunker
BOS 3.0 merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya, BOS 2.0. Aplikasi ini digunakan untuk pelaporan Remain on Board (ROB) dan Vessel Daily Report (VDR) kapal operasi PTK secara harian.
Salah satu pembaruan utama pada BOS 3.0 adalah fitur capping bunker kapal yang dirancang untuk menghasilkan perhitungan lebih akurat. Sistem tersebut juga menyajikan informasi konsumsi bunker pada Main Engine (ME) dan Auxiliary Engine (AE) berdasarkan pergerakan harian kapal.
Dengan pencatatan yang lebih detail, data konsumsi bunker dapat disesuaikan dengan aktivitas operasional kapal sehingga mendukung proses monitoring dan evaluasi yang lebih terukur.
TRANSPORMERS Integrasikan Pengawasan Bunker
Selain BOS 3.0, PTK menghadirkan TRANSPORMERS sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dalam kegiatan bunker handling dan pengawasan bunker kapal operasi Pertamina Patra Niaga.
Sistem ini dikembangkan untuk mengintegrasikan sejumlah aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara manual. TRANSPORMERS mencakup empat subsistem utama, yakni pengawasan bunker handling melalui transportir, monitoring ROB bunker, pemantauan posisi kapal dalam proses delivery dan redelivery, serta pengawasan melalui bunker pit.
Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemantauan sekaligus memperkuat dokumentasi kegiatan bunker secara menyeluruh.
Implementasi BOS 3.0 dan TRANSPORMERS menjadi bagian dari komitmen PTK untuk membangun proses kerja yang semakin terintegrasi, efektif, terdokumentasi, dan berbasis data.
Langkah ini sekaligus memperkuat agenda operational excellence PTK melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung keandalan operasional serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.** ( BIP/RED )
EDITOR : DH



Komentar