DENPASAR, BALI, ( RIAUANTARA.CO ) – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai mematangkan persiapan kunjungan delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) ke program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Uma Palak Lestari di kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, pada 28 Oktober 2026.
Kunjungan yang diperkirakan diikuti sekitar 150 peserta dari negara-negara anggota ASEAN tersebut menjadi momentum bagi Pertamina untuk memperkenalkan inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih yang terintegrasi dengan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan.
Menjelang agenda tersebut, Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, penataan kawasan, serta keterlibatan masyarakat dalam menyambut para delegasi.
Kawasan persawahan Subak Sembung akan menjadi titik utama kunjungan. Di lokasi ini, para delegasi akan melihat langsung pemanfaatan teknologi energi terbarukan untuk mendukung aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya alam.
Integrasikan Energi Surya dan Mikrohidro
Uma Palak Lestari merupakan program TJSL Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai yang mengusung konsep Swasembada Energi untuk Mendukung Ketahanan Pangan.
Program ini mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam berbagai kegiatan pertanian. Pendekatan tersebut dirancang untuk mendorong produktivitas petani melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi unggulannya adalah SIUMA atau Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak. Sistem ini memanfaatkan pompa air bertenaga surya yang dilengkapi empat sensor kelembapan tanah untuk mengoptimalkan distribusi air pada empat zona pemantauan.
Teknologi tersebut menjadi solusi pendukung pengairan, terutama pada lahan pertanian yang rentan mengalami kekeringan. Dengan pemantauan kelembapan tanah, pengelolaan irigasi diharapkan menjadi lebih efektif sesuai kebutuhan lahan.
Pemanfaatan energi terbarukan juga diperluas ke sektor mekanisasi pertanian. Energi bersih digunakan untuk mengoperasikan traktor dan mesin perontok padi listrik, mendukung operasional mesin penggilingan padi serta pengering gabah, hingga menyediakan penerangan di sepanjang Jalan Usaha Tani melalui 43 titik lampu.
Integrasi berbagai teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan persiapan kunjungan delegasi ASCOPE merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Uma Palak Lestari menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi bersih dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami berharap kunjungan delegasi ASCOPE dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi lokal Bali yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, petani, dan masyarakat,” ujar Ahad, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, pengembangan Uma Palak Lestari tidak hanya berorientasi pada penerapan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Subak Sembung.
Aktivitas masyarakat yang semakin berkembang, termasuk kunjungan untuk berwisata dan berolahraga, turut membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola parkir, serta pelaku usaha lokal lainnya.
Dengan demikian, pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas, sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas masyarakat, produktivitas pertanian, dan pelestarian lingkungan.
Perkenalkan Inovasi Lokal Bali ke Tingkat ASEAN
Kunjungan delegasi ASCOPE 2026 diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan Uma Palak Lestari sebagai contoh praktik pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan sektor energi dengan pertanian berkelanjutan.
Program ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, petani, dan masyarakat dalam menjawab tantangan ketahanan pangan serta kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan.
“ Inisiatif ini sekaligus memperkuat komitmen Pertamina untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat,” pungkas Ahad.
Melalui Uma Palak Lestari, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pemanfaatan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga dapat menjadi penggerak produktivitas pertanian, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.** ( BIP/RED )
EDITOR : DH


Komentar