JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – Semangat Sumpah Pemuda tak sekadar menjadi simbol persatuan, tetapi juga energi bagi generasi muda untuk menciptakan perubahan nyata. Melalui program PFmuda, Pertamina Foundation terus mendorong lahirnya pemimpin muda, inovator, dan wirausaha sosial (sociopreneur) yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Indonesia.
Program ini menjadi salah satu upaya Pertamina Foundation dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan. Para peserta didorong tidak hanya menghasilkan gagasan kreatif, tetapi juga mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, semangat kolaborasi dan kreativitas generasi muda dinilai semakin relevan untuk menjawab tantangan zaman. Pemuda diharapkan tidak berhenti menjadi pengamat perubahan, tetapi berani mengambil peran melalui berbagai inisiatif pemberdayaan dan usaha sosial yang berdampak luas.
Sejak diluncurkan, PFmuda terus memperluas jangkauan sekaligus memperkuat dampak programnya. Hingga 2025, program tersebut telah merangkul 362 kelompok pemenang yang tersebar di 28 provinsi serta 227 kabupaten dan kota di Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi sosial tumbuh di berbagai wilayah, termasuk daerah yang membutuhkan pendekatan pembangunan kreatif dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Dampak program ini juga tercermin dari nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,68 berdasarkan penilaian independen PT Adi Akara Bumi. Indikator tersebut menjadi salah satu tolok ukur kontribusi program terhadap penciptaan nilai sosial dari investasi yang diberikan.
Bina 110 Kelompok Pemimpin Muda Sepanjang 2025
Komitmen melahirkan pemimpin masa depan berlanjut pada 2025. Melalui PFmuda, Pertamina Foundation berhasil menjaring dan membina 110 kelompok pemenang yang dikategorikan sebagai Young Leaders.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kelompok masuk kategori Ideation, yakni kelompok yang berfokus pada pengembangan dan pematangan gagasan awal. Sementara itu, 80 kelompok lainnya berada dalam kategori Sociopreneur, yang telah menjalankan usaha sosial.
Selain kelompok pemenang tersebut, terdapat 39 kelompok sociopreneur yang terus melanjutkan keberlanjutan bisnisnya dengan mendorong ketahanan usaha dan pertumbuhan ekonomi.
Inovasi yang dikembangkan para peserta mencakup berbagai sektor strategis. Sebanyak 39 kelompok bergerak di bidang pangan, 38 kelompok di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta 33 kelompok berfokus pada lingkungan.
Selanjutnya, terdapat 14 kelompok di bidang pendidikan, 13 kelompok di sektor sosial, tujuh kelompok di bidang energi, dan lima kelompok yang mengembangkan inovasi teknologi.
Keragaman bidang tersebut memperlihatkan kemampuan generasi muda dalam mengidentifikasi persoalan di sekitarnya sekaligus mengubah tantangan menjadi peluang pemberdayaan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa kreativitas dan konsistensi generasi muda dalam menghadirkan inovasi sosial menjadi faktor penting untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Menurutnya, potensi besar anak muda perlu didukung melalui ekosistem pembinaan yang terarah agar ide dan inovasi yang dihasilkan mampu berkembang serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Melalui semangat Sumpah Pemuda, kami melihat bahwa anak-anak muda Indonesia tidak hanya memiliki gagasan yang kreatif, tetapi juga keberanian luar biasa untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan bahwa setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa,” ujar Agus.
Jangkau 16.601 Penerima Manfaat dan Buka Ribuan Peluang Kerja
Dampak PFmuda tidak hanya diukur dari jumlah kelompok yang dibina, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Sepanjang pelaksanaannya, program ini telah menjangkau 16.601 penerima manfaat, terdiri atas 9.067 perempuan dan 7.534 laki-laki.
Program tersebut juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan, di antaranya 1.625 ibu kepala rumah tangga, 1.043 masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 644 penyandang disabilitas, serta 89 anak jalanan.
Dari sisi ekonomi, inisiatif yang dikembangkan melalui PFmuda telah membuka lebih dari 2.208 peluang kerja baru. Sementara itu, sociopreneur binaan program tersebut mencatatkan rata-rata omzet tahunan lebih dari Rp270 juta.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa usaha sosial memiliki peluang untuk berkembang menjadi model bisnis yang mandiri dan berdaya saing. Dengan pendekatan yang tepat, inovasi sosial tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi dan membuka kesempatan kerja.
Agus menjelaskan, PFmuda juga memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara inovasi masyarakat dan agenda keberlanjutan perusahaan.
Melalui pembinaan yang dijalankan, program ini telah menjaring 119 kelompok embrio inovasi sosial yang dipersiapkan untuk mendukung target pencapaian Proper Emas Pertamina.
Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa gagasan yang tumbuh dari masyarakat, khususnya yang digerakkan anak muda, dapat berkontribusi terhadap agenda perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan sosial berkelanjutan.
Pembinaan Bertahap untuk Perluas Dampak Inovasi
Untuk memastikan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap perintisan, Pertamina Foundation menerapkan skema pembinaan berjenjang melalui peta jalan atau roadmap program.
Pada tahun pertama, peserta memasuki tahap Penggerak Biru, dengan fokus pada pematangan solusi dan penciptaan dampak awal bagi masyarakat. Tahap ini menjadi fondasi bagi peserta untuk membangun model inovasi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Pada tahun kedua, peserta memasuki tahap Pelestari Hijau. Fase ini diarahkan untuk mengembangkan inovasi lebih lanjut, mengukur dampak sosial dan ekonomi secara kuantitatif melalui instrumen SROI, serta mendorong penciptaan lapangan kerja baru.
Adapun tahap ketiga disebut Pemberdaya Emas Nusantara, yakni fase pengembangan lanjutan bagi inovator unggulan yang telah memiliki model bisnis kuat dan berpotensi direplikasi dalam skala nasional.
Melalui tahapan tersebut, Pertamina Foundation berupaya memastikan setiap inovasi memiliki fondasi yang kokoh, keberlanjutan usaha, serta kemampuan untuk memberikan dampak yang lebih luas.
Momentum Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa kontribusi generasi muda terhadap bangsa tidak cukup diwujudkan melalui semangat dan gagasan semata. Diperlukan keberanian untuk bertindak, kemampuan berkolaborasi, serta konsistensi dalam membangun solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui PFmuda, Pertamina Foundation mendorong semangat tersebut menjadi gerakan nyata, sekaligus memperkuat posisi anak muda sebagai pemimpin perubahan yang mampu menciptakan manfaat sosial, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.** ( BIP/RED )
EDITOR : DH


Komentar