Sumpah Pemuda Jadi Momentum, Pertamina Foundation Cetak Ratusan Young Leaders Lewat Pemuda | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Sumpah Pemuda Jadi Momentum, Pertamina Foundation Cetak Ratusan Young Leaders Lewat Pemuda

Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB



JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – Semangat Sumpah Pemuda terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa. Melalui program unggulan PFmuda, Pertamina Foundation mendorong lahirnya ratusan pemimpin muda yang mampu menghadirkan inovasi sosial, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan solusi berkelanjutan di bidang lingkungan.


Program PFmuda menjadi wadah bagi inovator muda, agen perubahan, dan sociopreneur dari berbagai daerah untuk mengembangkan gagasan kreatif menjadi inisiatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menegaskan bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu kini perlu diwujudkan melalui kolaborasi, kreativitas, dan keberanian generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.


Bukan sekadar menjadi penonton, anak muda didorong tampil sebagai penggerak perubahan melalui usaha sosial yang memiliki dampak ekonomi sekaligus mampu menjawab persoalan sosial dan lingkungan.


PFmuda Jangkau 28 Provinsi, Libatkan 362 Kelompok Pemenang

Komitmen Pertamina Foundation dalam mengembangkan kepemimpinan muda tercermin dari capaian program PFmuda hingga 2025. Secara kumulatif, program ini telah merangkul 362 kelompok pemenang yang tersebar di 28 provinsi serta 227 kabupaten dan kota di Indonesia.


Jangkauan tersebut menunjukkan bahwa inovasi sosial tidak hanya tumbuh di perkotaan, tetapi juga berkembang di berbagai daerah dengan potensi dan tantangan pembangunan yang beragam.


Dari sisi efektivitas program, PFmuda mencatat rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,68 berdasarkan penilaian independen PT Adi Akara Bumi. Indikator ini menjadi salah satu tolok ukur nilai sosial yang dihasilkan dibandingkan dengan investasi yang diberikan.


Pada 2025, PFmuda menjaring dan membina 110 kelompok pemenang yang dikategorikan sebagai Young Leaders. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kelompok masuk kategori Ideation, yakni kelompok yang berfokus pada pematangan gagasan awal, sedangkan 80 kelompok lainnya berada dalam kategori Sociopreneur dengan bisnis sosial yang telah berjalan.


Selain itu, terdapat 39 kelompok yang masuk dalam kategori keberlanjutan bisnis sociopreneur dan terus menunjukkan upaya menjaga ketahanan serta pertumbuhan usaha.


Inovasi Anak Muda Menyentuh Berbagai Sektor

Berbagai inovasi yang dikembangkan peserta PFmuda mencakup sektor-sektor strategis yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Berdasarkan data program, sebanyak 39 kelompok bergerak di bidang pangan, 38 kelompok di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta 33 kelompok berfokus pada lingkungan.


Sementara itu, 14 kelompok mengembangkan inovasi di bidang pendidikan, 13 kelompok bergerak di sektor sosial, tujuh kelompok di bidang energi, dan lima kelompok menggarap pengembangan teknologi.


Keragaman tersebut memperlihatkan kemampuan generasi muda dalam membaca persoalan di lingkungan sekitarnya sekaligus mengubah peluang menjadi solusi yang memiliki nilai tambah.


Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa kreativitas dan konsistensi anak muda dalam melahirkan inovasi sosial menjadi modal penting untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.


Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui ekosistem pembinaan yang terarah agar gagasan yang lahir tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi berkembang menjadi program yang memberikan manfaat berkelanjutan.


“Melalui semangat Sumpah Pemuda, kami melihat bahwa anak-anak muda Indonesia tidak hanya memiliki gagasan yang kreatif, tetapi juga keberanian luar biasa untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan bahwa setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa,” ujar Agus.


Jangkau 16.601 Penerima Manfaat dan Buka Ribuan Peluang Kerja

Dampak PFmuda tidak hanya terlihat dari jumlah kelompok yang dibina, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.


Sepanjang pelaksanaannya, program tersebut telah menjangkau 16.601 penerima manfaat, terdiri atas 9.067 perempuan dan 7.534 laki-laki.


PFmuda juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan. Tercatat sebanyak 1.625 ibu kepala rumah tangga, 1.043 masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 644 penyandang disabilitas, serta 89 anak jalanan turut menjadi penerima manfaat program.


Di sektor ekonomi, inisiatif ini telah membuka peluang kerja baru bagi lebih dari 2.208 orang. Sementara itu, para sociopreneur binaan mencatatkan rata-rata omzet tahunan lebih dari Rp270 juta.


Capaian tersebut menunjukkan bahwa usaha sosial berpotensi berkembang menjadi model bisnis yang mandiri dan kompetitif, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat.


Dengan pendekatan ini, inovasi sosial tidak hanya berorientasi pada bantuan atau kegiatan filantropi, tetapi juga diarahkan untuk membangun usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.


Dukung Inovasi Sosial untuk Keberlanjutan Pertamina

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, PFmuda turut mendukung sinergi antara inovasi di tingkat akar rumput dan agenda keberlanjutan perusahaan.


Melalui proses pembinaan yang dijalankan, PFmuda telah menjaring 119 kelompok embrio inovasi sosial yang dipersiapkan untuk mendukung target pencapaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas Pertamina.


Menurut Agus, sinergi tersebut memperlihatkan bahwa inovasi yang digerakkan anak muda dapat berjalan seiring dengan upaya perusahaan dalam memperkuat tanggung jawab sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.


“Sinergi ini memperlihatkan bagaimana inovasi tingkat akar rumput yang digerakkan oleh pemuda dapat beririsan langsung dengan komitmen perusahaan besar terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan sosial berkelanjutan,” jelasnya.


Untuk memastikan keberlanjutan dampak, Pertamina Foundation menerapkan sistem pembinaan berjenjang melalui peta jalan atau roadmap yang disesuaikan dengan perkembangan setiap kelompok.


Tahap pertama, Penggerak Biru, merupakan fase pendanaan tahun pertama yang berfokus pada pematangan solusi dan pembentukan dampak awal di masyarakat.


Tahap kedua, Pelestari Hijau, berlangsung pada tahun pendanaan berikutnya. Pada fase ini, peserta diarahkan mengembangkan inovasi lanjutan, mengukur dampak sosial dan ekonomi secara kuantitatif melalui instrumen SROI, serta memperluas penciptaan lapangan kerja.


Adapun tahap ketiga, Pemberdaya Emas Nusantara, menjadi fase pengembangan lanjutan bagi inovator unggulan yang telah memiliki model bisnis kuat dan berpotensi direplikasi dalam skala nasional.


Melalui pembinaan bertahap tersebut, Pertamina Foundation berupaya memastikan bahwa inovasi yang lahir dari generasi muda tidak berhenti sebagai proyek sesaat, tetapi tumbuh menjadi usaha sosial yang mampu bertahan dan berkembang.


Semangat Sumpah Pemuda, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga dorongan bagi generasi muda untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membangun masa depan Indonesia.


Melalui Pemuda, Pertamina Foundation menempatkan anak muda sebagai bagian penting dari solusi pembangunan, dengan menghubungkan kreativitas, kewirausahaan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem pembinaan.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar