|
Menu Close Menu

31 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan di Rohil

Wednesday, November 6, 2019 | 22:14 WIB

Rokan Hilir - Jajaran satreskrim polres rohil adakan rekonsturuksi Untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan yang dilakukan pelaku Asman alias Man terhadap Faizal alias Kulun, Rabu 6/11/2019.

Pada gelar rekonstruksi yang dilakukan tersangka Asman, dari awal mula perencanaannya untuk  pembunuhan terlihat ada 31 adegan. Namun, yang menarik dalam rekonstruksi yang dilakukan satreskrim Polres Rohil tersebut.

Diungkapkan Tepatnya pada Jumat 4/10/19 sekira pukul 23.00 wib, istri tersangka atas nama Rabiati bercerita dengan tersangka ditempat tidur.

Bang, apa dek? jawab Asman. Aku tadi di intip Sikulun diajaknya aku main (bersetubuh) mau dikasihnya aku duit dua ratus ribu, kata istri tersangka (Rabiati).

Mendengar perkataan istrinya, Asman (tersangka) hanya diam saja sambil menahan amarah dan timbul niat membunuh korban (Kulun).

Tepat Sabtu 5/10/19 sekira pukul 14.00 wib, Asman (tersangka) duduk bersama Adi, Radit, Alfandra, Riko dan Dudit sambil minum tuak di warung milik Asman (tersangka).

Sambil minum, Asman berbicara dengan temannya. Dit, istri saya diintip sama Kulun dan masuk ke dalam rumah ditawarnya istri saya duit dua ratus ribu. Apa betul tu Rabiati, kata Dudit, betul jawab Rabiati sambil masuk kedalam rumah.

Kalau begitu kubunuh saja Kulun tu, kata tersangka kepada Dudit, gak usahlah dibunuh bagusnya kita duitkan saja, ungkap Dudit. Tapi gimana caranya, kata  Asman (tersangka).

Lanjut Dudit kita pancing ajalah Sikulun, suruh orang rumahmu yang ngomong sama Sikulun minta duit dua ratus, ketika itu kita tangkap dia, saran Dudit kepada Asman.

Sekira pukul 15.30 wib, Faizal alias Kulun lewat dari depan warung Asman alias Man (tersangka)  dengan menggunakan sepeda motor Beat warna putih dengan mengenakan baju putih bercorak batik dengan celana jeans biru panjang ke arah Desa Sintong.

Melihat Kulun lewat, Asman (tersangka) masuk ke dalam rumah dan mengambil pisau yang ada di dinding kamar. Selanjutnya, pisau tersebut diletakan di pinggang sebelah kiri tersangka.

Kulun lewat sendiriannya, kata Asman, ya jawab Dudit. Selanjutnya, tersangka pergi ke arah Desa Sintong Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil untuk mencari korban Kulun.

Sekira pukul 16.10 wib, tepatnya di jalur dua Teluk Mega Sintong dengan jarak sekira lebih kurang 50 meter, Asman melihat korban Kulun sedang mengendarai sepeda motor menuju Teluk Mega.

Sekira jarak 20 meter, Amsan melambaikan tangan kanannya sembil berkata berhenti kau Lun, kata Asman. Selanjutnya, korban memberhentikan sepeda motornya, lalu Asman menabrakan ban depan korban. Setelah berhenti sepeda motor korban, tersangka turun dari sepeda motornya dan tersangka mengambil pisau yang berada dipinggangnya.

Tersangka langsung menusuk korban tepatnya di lengan sebelah kanan korban sebanyak satu kali. Lalu Faizal alias Kulun berkata kepada Asman, tega kali kamu Man, kata Kulun.

Tak usah banyak bicara kau lagi anjing, kau mau memperkosa istri ku, jawab Asman. Selanjutnya, Asman menusuk dada Kulun sebanyak satu kali dan menusuk bagian punggung korban sebanyak lima kali. Tidak puas, tersangka kemudian menusuk mulut korban satu kali.

Melihat Faizal alias Kulun tidak berdaya lagi dan berlumuran darah, tersangka melarikan diri ke arah Desa Sintong dan membuang pisau yang digunakan tersangka membunuh Kulun. dan Sebelum membuang pisau, Asman terlebih dahulu menjilatin pisaunya tersebut dengan tujuan supaya tidak dihantui arwah korban.

Sekira pukul 16.30 wib, Andika bersama masyarakat sekitar menemukan korban dalam keadaan berlumur darah dan tidak bergerak lagi. Kemudian masyarakat melaporkan hal tersebut ke Polres Rohil.

Tidak begitu lama, Polres Rohil berhasil menangkap Arman (tersangka) di daerah Kabupaten Bengkali tepatnya di Kecamatan Mandau saat menunggu bus mau ke Pekanbaru.
(M Harahap)
Bagikan:

Komentar