|
Menu Close Menu

Pembelajaran Berkualitas Adalah Idaman dari Setiap Siswa

Monday, November 4, 2019 | 06:32 WIB
Oleh: Dr. Non Syafriafdi, S.Pd., M.Pd
Kepala SDN 006 Sungai Ara, Indragiri Hilir 
& Dosen STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

RIAUANTARA.CO |Pendidikan pembelajaran berkualitas adalah idaman dari setiap siswa. Tidak hanya siswa tentu saja juga sangat diharapkan oleh guru, orang tua, kepala sekolah  dan stakeholder lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut mengingat banyaknya pihak yang menginginkan pembelajaran berkualitas sudah tentu perlu diciptakan hal tersebut dalam pembelajaran. Dalam upaya tersebut salah satu peran yang bisa melaksanakan pembelajaran berkualitas tersebut adalah guru.

Sosok guru merupakan satu diantara figur sentral dalam menciptakan pembelajaran berkualitas tersebut. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam rangka menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Mulai dari bagaimana seorang guru merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan menilai pembelajaran. Dalam merancang pembelajaran seorang gutu sedari awal sudah memperhitungkan karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, sehingga dengan memperhatikan hal tersebut maka akan bisa disesuaikan dengan satrategi dan media pembelajaran yang dicapai. 

Pemilihan media dan strategi pembelajaran tentu saja dipilih tidak asal-asalan, dan tentu saja juga harus disesuaikan denga karakteristik siswa dan mata pelajaran serta tujuan pembelajaran tersebut. Begitu juga dengan pemilihan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, tidak main pukul rata saja, sesuai dengan salah satu slogan dari sebuah minuman “apapun makanannya minumannya teh botol Sosro” hal ini tentu tidak berlaku dalam pembelajaran yakni apapun materinya, metodenya ceramah. Jelas hal ini sangat tidak relevan dengan penciptaan pembelajaran yang berkualitas. Semestinya dan yang sangat diharapkan adalah bagaimana sebuah metode dan strategi disesuaikan dengan materi pembelajaran serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Ketika metode, strategi, media disesuaikan dengan karakteristik siswa, materi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dan ini dilakukan oleh guru maka diyakini pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru akan berkualitas. Selain hal tersebut yang juga sangat dituntut dalam pembelajaran berkualitas adalah bagaimana seorang guru memberikan suasana nyaman dan menyenangkan bagi siswa dalam pembelajaran. Menyenangkan dalam artian bukan siswa dan guru tertawa terus dalam pembelajaran. Menyenangkan dalam artian siswa merasa enjoy. Siswa tidak merasa terintimidasi atau tertekan dalam pembelajaran. kehadirannya di dalam kelas itu betul-betul sangat diharapkan.

Rindu baginya ke sekolah, bukan sebaliknya siswa merasa enggan atau malas ke sekolah. Kelas merupakan suatu tempat yang kurang diminati. Karena itu peran guru di sini bagaiman membuat siswa merasa nyaman dan senang dalam pembelajaran. Siswa merasa betah di dalam kelas. Apa yang mesti dilakukan oleh guru, dalam hal ini guru perlu memberikan perhatian yang serius keada siswa. Selain itu guru seyogyanyalah harus lebih banyak memberikan reward, memberikan apresiasi kepada siswa ketimbang memberikan punishment. Apapun yang dilakukan oleh siswa ketika itu bernuansa baik, maka seyogyanyalah guru memberikan apresiasi berupa reward kepada siswa, bukan sebaliknya cepat memberikan punishment tetapi lambat memberikan reward. 

Selain itu dalam rangka meningkatkan suasana pembelajaran yang menyenangkan guru juga bisa menggunakan dan menerapkan ice breaking di dalam pembelajaran. Penerapam ice breaking dalam kelas akan sangat membantu membuat siswa fresh dalam pembelajaran. Seorang guru hari ini tidak perlu menciptaka ice breaking jika itu dirasakan sulit bagi guru. Guru bisa mendownload ice breaking-ice breaking yang ada di youtube. Sudah sangat banyak ice breaking yang ada di youtube. Tinggal lagi keinginan dan kemauan guru dalam mengunakan dan menerapkannya dalam pembelajaran. Ketika seorang guru punya kemauan dan keinginan tidak ada yang sulit. 

Tetapi sebaliknya jika seorang guru tidak ada kemauan maka apapun akan dirasakan sulit. Sikap ini juga yang akan mempengaruhi perilaku seorang guru dalam menciptakan pembelajaran berkualitas. Karena itu guru semestinya harus optimis dan bukan pesimis. Karena antara kedua sikap ini sangat bertolak belakang, dan juga dampaknya juga luar biasa. Winston Churchill pernah mengungkapkan sebuah ungkapan yang perlu diresapi dan direnungkan yakni the pessimist sees difficulties in every opportunity, the optimist sees opportunities in every difficulty yang dapat dimaknai bahwa orang yang pesimis selalu melihat kesulitan disetiap peluang atau kesempatan, sebaliknya orang yang optimis selalu melihat peluang di setiap kesulitan. 

Dengan demikian dalam pembelajaran seorang guru harus optimis. Guru idealnya memberikan reward diberikan dalam porsi yang lebih banyak. Jika ini dilakukan oleh guru, in syaa Allah siswa akan tertarik mengikuti pembelajaran. Jika siswa sudah teratrik mengikuti pembelajaran, maka motivasi siswa belajar akan meningkat dan pada akhirnya ini akan berkorelasi positif dengan perolehan hasil belajar.
 Jika ini sudah terjadi maka pembelajaran berkualitas insya Allah akan bisa dicapai.
Bagikan:

Komentar