|
Menu Close Menu

Pemkab Siak Juga Diminta Bantu Warga Yang Kehilangan Pekerjaan

Selasa, 12 Mei 2020 | 18:54 WIB


RIAUANTARA.CO | Siak,_ Ketua Fraksi Demokrat DPRD Siak, Syamsurizal yang akrab disapa Budi, berharap bantuan sembilan bahan pokok (sembako) ataupun Bantuan Langsung Tunai (BLT), juga disalurkan kepada warga yang kehilangan pekerjaan akibat wabah COVID-19.

“Kepada pemerintah dimohonkan agar cermat dalam melakukan pendataan penerima bantuan, baik itu bantuan pangan ataupun bantuan langsung tunai. Kita berharap, selain warga kurang mampu atau yang sakit kronis, bantuan juga diberikan kepada warga yang kehilangan pekerjaan akibat wabah COVID-19 ini," kata Budi.

Menurutnya, yang rentan kehilangan pekerjaan di tengah social dan physical distancing saat ini adalah seperti ustad/penceramah, guru ngaji, imam masjid, pastor/pendeta, seniman, pedagang harian dan buruh. Ini penting apalagi kata dia, kriteria penerima BLT- Dana Desa (DD) tidak menggunakan 14 kriteria program keluarga harapan (PKH).

Ukuran utama yang digunakan adalah penerima belum mendapatkan bantuan sosial (bansos) seperti PKH dan telah kehilangan penghasilan akibat dari Covid-19."Jadi tidak menggunakan 14 kriteria PKH, kriteria miskin di sini adalah ukuran kehilangan mata pencarian”, ungkapnya lagi.

Dijelaskannya, pimpinan dan segenap anggota DPRD Siak juga aktif melakukan pengawasan ke desa-desa di dapilnya masing-masing terkait penyaluran BLT ADD. Ini agar bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan ADD, tidak salah sasaran dan tidak tumpang tindih.

Anggota DPRD Siak tiga periode ini untuk itu ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di kabupaten Siak. Seperti diantaranya melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman penduduk dan fasilitas umum, membantu pengadaan alat cuci tangan, membagikan masker dan berbagi makanan kotak sempena berbuka puasa.

Dalam penyampaian bantuan tersebut selain diserahkan melalui ketua RT, Budi juga terpantau mendatangi langsung rumah warga. Dia datang langsung sekalian sosialisasi terhadap protokol COVID-19 kepada warga.

"Kita ingin masyarakat disiplin menjalani pola hidup sehat dan bersih dengan menerapkan jaga jarak, memakai masker, tidak berkerumun dan tetap di rumah bila tidak ada keperluan yang sangat mendesak”, ujarnya.
(inf/kab)

Bagikan:

Komentar